Kamis, 25 September 2008

PERSYARATAN NUTRISI PROTEIN DAN ASAM AMINO ESENSIAL

PERSYARATAN NUTRISI
BAGI UDANG WINDU

Sumber nutrisi (zat gizi) umumnya diklasifikasikan menjadi lima kategori, yaitu: protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, udang membutuhkan nutrisi yang secara kualitatif maupun kuantitatif memenuhi persyaratan sesuai dengan kebutuhan udang tersebut. Zat-zat tersebut harus berada dalam makanan yang secara fisiologis berfungsi sebagai sumber zat pengatur kelangsungan hidup.

A. PROTEIN DAN ASAM AMINO ESENSIAL
Protein merupakan senyawa organik kompleks, tersusun atas banyak asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Molekul protein mengandung pula phospor dan sulfur. Protein sangat penting bagi tubuh, karena zat ini mempunyai fungsi sebagai bahan-bahan dalam tubuh serta sebagai zat pembangun dan pengatur. Sebagai zat pembangun, protein berfungsi dalam membentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang telah ada.


Mengingat pentingnya protein dalam makanan udang, maka penelitian mengenai kebutuhan protein beberapajenis udang telah dilakukan oleh banyak peneliti. Beberapa hasil penelitian menunjukkan angka kebutuhan protein yang berbeda bagi udang. Perbedaan ini dimungkinkan, karena adanya perbedaan dalam kebiasaan makan (food habit) dan juga sumber protein yang digunakan. Berdasarkan percobaan Deshimaru dan Yone (1978) didapatkan bahwa kadar protein optimum untuk pertumbuhan juvenil Penaeus japonicus dan efisiensi penggunaan makanan berkisar antara 32 - 57 %. Sedangkan peneliti lain seperti Colvin (1976) mendapatkan kadar protein 43 % untuk Penaeus indicus dan Andrews et al. (1972) mendapatkan kadar protein 28 – 32 % untuk Penaeus setiferus. Hasil percobaan Colvin dan Brand (1977) menunjukkan bahwa untuk pertumbuhan udang Penaeus califomiensis, Penaeus stylirostris dan Penaeus vanamei ukuran pasca larva dibutuhkan 40 % protein dalam makanannya, sedangkan untuk juvenil dibutuhkan protein 30 %. Pada umumnya udang windu juvenil atau dewasa mendapatkan pertumbuhan optimum dengan pemberian makanan yang mengandung 30 – 60 % protein (New, 1976).


Di alam terdapat sekitar 23 macam asam amino yang telah diisolasi, namun hanya beberapa asam amino saja yang esensial bagi udang. Kanazawa dan Teshima (1981) dengan menggunakan isotop radioaktif mendapatkan 10 jenis asam amino esensial untuk Penaeus japonicus yaitu : Arginin, Methionin, Valine, Threonin, Isoleusin, Leusin, Lysin, Histidin, Phenylalanin dan Tryptophan. Sedangkan Shewbart etal. (1972) mendapatkan 11 asam amino esensial bagi Penaeus aztecus yaitu kesepuluhjenis di atas serta tambahan Tyrosin untuk beberapa hewan tingkat tinggi. Tyrosin ini tidak esensial bila terdapat Phenylalanin, akan tetapi tampaknya esensial bagi udang. Sampai saat ini kebutuhan asam amino secara kuantitatifbagi udang belum diketahui. Bagaimanapunjuga penyusunan pakan udang sebaiknya disesuaikan dengan penyebaran asam amino dalam tubuh udang.

Pada tabel 2 terlihat komponen penyebaran asam amino udang windu.


sumber : Ir. Sri Umiyati Sumeru
Dra. Suzy Anna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar