Sabtu, 20 September 2008

PENYAKIT IKAN BAUNG DAN PENGENDALIANNYA

BAB VI
PENYAKIT DAN PENGENDALIANNYA

Ikan yang dibudidayakan seringkali mengalami serangan penyakit. Tanda-tanda ikan yang terserang penyakit secara umum adalah ikan sering tampak berenang di permukaan air (bukan pada waktu makan), ikan memisahkan diri dari kelompoknya, ikan berenang secara pasif di permukaan air, ikan seringkali menjauh dari pemasukan air, ikan bergerak lambat, mulut ikan megap-megap di permukaan air, nafsu makan berkurang, insang ikan berwarna pucat sampai kebiru-biruan.

A. Penyakit Parasit
Parasit merupakan hewan atau tumbuh-tumbuhan yang menggantungkan hidupnya pada inangnya. Penyakit yang disebabkan oleh parasit dapat berasal dari bakteri, jamur, protozoa, ataupun cacing..

1. Penyakit yang Diakibatkan oleh Bakteri
Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri disebut penyakit bakterial. Penyakit ini secara umum ditandai dengan adanya luka berwarna kemerah-merahan atau bercak-bercak merah pada bagian tubuh luar ikan, seperti bisul berisi cairan, sirip mengalami pembusukan sehingga rusak, insang pucat dan rusak, perut mengalami pembengkakan, dan kadang-kadang ekor ikan putus.
Jenis bakteri yang menyerang ikan air tawar, terutama lele dan baung, adalah bakteri Aeromonas hydrophyla. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit jika kondisi lingkungan ataupun kondisi ikan itu sendiri menjadi buruk.
Pencegahan penyakit bakterial dapat dilakukan dengan digunakan obat-obatan seperti Malacheet Green (MG). Malacheet Green berupa serbuk hijau yang bisa dibeli di apotik atau toko-toko obat. Dosis yang digunakan adalah 1 - 15 mg/liter. Ikan yang sakit direndam dalam larutan Malacheet Green selama kira-kira 10 - 15 menit. Pengobatan dilakukan 3 kali berturut-turut dengan jarak waktu 2 - 3 hari.

2. Penyakit yang Diakibatkan oleh Jamur
Tanda-tanda ikan yang terserangjamur adalah pada kulit ikan ditumbuhi benang-benang halus seperti kapas berwarna putih atau putih kecokelat-cokelatan. Jenis jamur yang sering menyerang ikan air tawar (seperti catfish) adalah jamur Aphanomyces (menyerang bagian dalam tubuh) dan Saprolegmia (menyerang bagian luar tubuh).
Pencegahan dan pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kolam atau karamba dan menghindari perlakuan yang dapat menimbulkan luka pada ikan. Ikan yang terserang penyakit jamur dicelupkan ke dalam larutan Malacheet Green dosis 60 g/m3 selama 15 menit, atau dengan dosis 2 - 3 gram/m3 air selama 1 jam atau dicelupkan dalam larutan formalin (kadar 10 %) dengan dosis 1,5 - 2 cc/liter air selama 15 menit.

3. Penyakit yang Diakibatkan oleh Protozoa
Penyakit yang paling sering dijumpai pada larva ikan adalah penyakit bintik putih (white spot). Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa dari jenis Ichthyopthirius multifilis sehingga sering juga disebut penyakit "Ich". Ichthyopthirius multifilis ini merusak sel-sel lendir ikan dan dapat menyebabkan pendarahan yang sering terlihat pada sirip dan insang ikan.
Pencegahan penyakit Ichthyopthirius multifilis dapat dilakukan dengan menciptakan suasana kesegaran dan kesehatan bagi ikan dengan mengusahakan kualitas air tetap dalam kondisi optimal yang disertai pemberian pakan yang baik. Pengobatan atau pemberantasan penyakit dapat dilakukan dengan :
Ikan yang sakit direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dosis 10 - 15 g/liter air selama 20 menit atau 25 g/liter selama 10 - 15 menit.
Ikan yang sakit direndam dalam larutan Malacheet Green dosis 0,05 mg/liter selama 3 - 4 hari atau 0,15 mg/liter.
Suhu air pemeliharaan ditingkatkan menjadi 30°C dan setiap hari air diganti 50 %.
Ikan yang sakit direndam dalam Acriflavine (hydrochlorida) dosis 10 mg/liter.

4. Penyakit yang Diakibatkan oleh Learnea
Parasit Leamea merupakan parasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan. Parasit ini dapat menyebabkan terjadinya luka-luka sehingga menjadi jalan masuk bagi bakterijamur, dan virus (Gambar 29). Timbulnya Learnea ini disebabkan oleh banyakya bahan organik berupa sampah, sisa pemupukan dan sisa-sisa makanan, pengairan kolam yang tidak mengalir, suhu yang relatif tinggi, atau padat penebaran yang tinggi.
Gejala-gejala pada ikan yang terserang penyakit Learnea adalah pada bagian badan, sirip, dan mata ditemukan parasit yang menempel. Ikan yang terserang penyakit ini juga sering mengalami luka-luka atau radang pada tempat melekatnya parasit.
Pencegahan penyakit Lesmea dapat dilakukan dengan menyaring air terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kolam. Ikan yang sakit direndam dalam larutan PK (Kalium Permanganat = KMnO2) dosis 20 - 25 mg/liter selama 2 - 3 jam. Pengendalian penyakit dapat juga dilakukan dengan merendam ikan dalam larutan formalin 10 % dengan dosis 250 ml/m3 air selama 10 - 15 menit dan diulangi 2 - 3 kali dalam selang waktu 2 - 3 hari. Pencegahan penyakit ini dapat juga dilakukan dengan merendam ikan yang terserang dengan menggunakan Dipterex Bromex dosis 0,25 mg/liter.


5. Penyakit yang Diakibatkan oleh Kutu Ikan (Argulus)
Kutu ikan (Argulus) hidup dengan cara mengisap darah ikan. Kutu ikan ini dapat berpindah-pindah dari satu ekor ikan ke ikan yang lain (Gambar 29). Tanda-tanda ikan yang terserang kutu ikan adalah ikan menjadi kurus, bahkan ikan yang terserang sering mati karena disengat dan dihisap darahnya. Gerakan ikan menjadi lamban dan pada badan/tubuh kadang-kadang terdapat bintik merah.
Pencegahan kutu ikan dapat dilakukan dengan pengeringan kolam secara berkala, sambil mengolah tanah, memupuk, mengapur kolam untuk memusnahkan telur-telur Argulus, serta pergantian air kolam sesering mungkin. Pemberantasan atau pengobatan terhadap ikan yang terserang penyakit ini dapat ditempuh dengan merendam ikan dalam larutan garam dapur (NaCl) 20 g/liter selama 5 menit atau dapat juga merendam ikan yang sakit dalam Insektisida Malathin dan Dipterex dengan dosis 0,25 mg/liter.

6. Penyakit yang Diakibatkan oleh Gyrodactylus dan Dactylogyrus
Gyrodactylus dan Dactylogyrus adalah sejenis cacing sangat kecil yang hidup sebagai parasit ikan dan merusak insang serta kulit luar ikan. Insang yang diserang Gyrodactylus dan Dactylogyrus menjadi luka-luka, kemudain timbul pendarahan akibat pernafasan ikan terganggu. Kulit ikan yang terserang menjadi berlendir banyak (Gambar 29).
Pengobatan terhadap ikan yang terserang Gyrodactylus dan Dactylogyrus dapat dilakukan dengan menggunakan larutan fomalin 25 mg/liter air.



Gambar 29. Jenis parasit penyebab penyakit ikan

B. Penyakit Non-Parasit
Penyakit non-parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan seperti fisika-kimia air yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan dan faktor makanan/gizi yang tidak terpenuhi. Penyakit akibat fisika-kimia air misalnya perubahan suhu, pH, kekurangan oksigen, adanya gas-gas beracun (NH3, H2S), dan zat beracun.
Penyakit akibat makanan yang tidak baik (malnutrien), misalnya kekurangan vitamin atau bahan makanan yang busuk dan mengandung racun. Gejala penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan makanan adalah timbulnya gejala usus pecah yang banyak ditemukan pada ikan dari kelompok catfish. Penyakit tulang bengkok pada catfish diduga karena kekurangan vitamin
C. Penyakit sejenis tumor yang disebabkan oleh racun jamur (Aflatoxin) melalui bahan kacang-kacangan yang digunakan untuk menyusuh komposisi pakan buatan.
Untuk menanggulangi penyakit non-parasit tersebut di atas dapat dilakukan dengan mengusahakan kondisi lingkungan dan makanan yang sesuai dengan kebutuhan ikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar