Rabu, 27 Oktober 2010

penyakit ikan : Jamur - Saprolegniasis


Saprolegniasis

Penyebab : Saprolegnia spp. dan Achlya spp.

Bio – Ekologi Patogen :
• Memiliki hifa yang panjang dan tidak bersepta, hidup pada ekosistem air tawar namun ada yang mampu hidup pada salinitas 3 promil.
• Tumbuh optimum pada suhu air 18-26 derajat celcius. Reproduksi secara aseksual, melalui hifa fertil untuk memproduksi spora infektif.
• Menginfeksi semua jenis ikan air tawar dan telurnya.
• Serangan bersifat kronis hingga akut, dapat mengakibatkan kematian hingga 100%.


Gejala Klinis :
• Terlihat adanya benang-benang halus menyerupai kapas yang menempel pada telur atau luka pada bagian eksternal tubuh ikan.
• Miselia (kumpulan hifa) berwarna putih atau putih kecoklatan.


Diagnosa :
• Pengamatan hifa dan/atau miselia cendawan pada tubuh ikan, terutama pada luka dan/atau di sekitar sirip ikan.
• Pengamatan hifa dan/atau miselia cendawan secara mikroskopis pada slide glass.
• Isolasi cendawan pada media agar dan diidentifikasi secara morfometris.


Pengendalian :
• Menaikkan dan mempertahankan suhu air >_ 28 derajat celcius dan/atau penggantian air baru yang lebih sering.
• Pengobatan dapat dilakukan dengan cara perendaman dengan :
✓ Kalium Permanganate (PK) pada dosis 1 gram/100 liter air selama 90 menit.:
✓ Formalin pada dosis 100-200 ppm selama 1-3 jam.;
✓ Garam dapur pada konsentrasi 1-10 promil (tergantung spesies dan ukuran) selama 10-60 menit;
✓ Methylene Blue pada dosis 3-5 ppm selama 24 jam.

sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dirjen. Perikanan Budidaya,2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar