Kamis, 23 September 2010

ANALISA USAHA IKAN LELE DUMBO

ANALISA USAHA IKAN LELE DUMBO PDF Print E-mail

Di dalam dunia bisnis, analisa usaha merupakan kegiatan yang sangat penting, dari analisa usaha tersebut dapat diketahui besarnya keuntungan usaha tersebut. Analisa usaha lele dumbo sangatlah bervariasi, dan ini disebabkan oleh perhitungan biaya operasional yang dipengaruhi oleh besarnya unit usaha, jenis alat dan bahan yang digunakan, serta letak lokasi usaha. Besarnya biaya yang tercantum dalam analisa usaha ini dapat berubah setiap waktu, sesuai dengan kondisi dan besar usaha serta pasar setempat.


No.

URAIAN

VOLUME

SATUAN

HARGA

NILAI

I

INVESTASI





1

Kolam terpal

10

unit

500.000

5.000.000

2

Peralatan

1

paket

100.000

100.000


Jumlah




5.100.000







II

MODAL KERJA





1

Benih

18.000

ekor

250

4.500.000

2

Pakan

1800

kg

6.000

10.800.000

3

Tenaga kerja

1

Orang

1.000.000

2.000.000

4

Persiapan kolam

10

Paket

50.000

500.000


Jumlah




17.800.000







III

JUMLAH MODAL





1

Investasi




5.100.000

2

Modal kerja




17.800.000


Jumlah




22.900.000







IV

RUGI-LABA





1

Hasil produksi

1800

kg

11.000

19.800.000

2

Biaya operasional





a

Modal kerja




17.800.000

b

Penyusutan




1.020.000


Jumlah




18.820.000


Keuntungan




980.000


Per tahun




3.920.000

Keterangan

1 siklus : 2 (dua) bulan

1 tahun : 4 (empat) siklus

I unit : 12 m2

FCR : 1

SR : 80%

Kepadatan : 150 ekor/m2

Ukuran benih : 8-10 cm/ekor

Tenaga kerja : 1 (satu) orang x 2 bulan x Rp. 1.000.000

Peralatan : seser, timbangan, ember

R/C ratio

:

penerimaan total

/

biaya total


:

Rp. 9.800.000

/Rp.

17.800.000


:

1,11




Artinya , setiap Rp. 1,00 yang dikeluarkan

akan mendapatkan penerimaan Rp. 1,11



Cash flow

:

keuntungan

+

biaya penyusutan


:

Rp. 3.920.000

+

Rp. 1.020.000


:

Rp. 4.940.000











Payback period

:

(biaya investasi + biaya variabel) / cash flow (dalam thn)




(Rp. 5.100.000 + Rp. 17.800.000) / Rp.4.940.000



:

4,64 tahun











Biaya per kg

:

total biaya produksi / total panen



:

Rp. 18.820.000 / 1800 kg



:

Rp. 10.455,55









Rentabilitas ekonomi

:

keuntungan / (biaya investasi + biaya variabel) x 100%



:

Rp. 3.920.000 / (Rp. 5.100.000 + Rp. 17.800.000) x 100%




17,12 %



Break Event point (BEP) atau titik impas





:

biayatetap/(1-(biaya variabel/pendapatan)










Rp. 1.020.000 / (1- (Rp. 17.800.000 / Rp.19.800.000


:

Rp. 1.020.000 / (1-0,89)


:

Rp. 1.020.000 / 0,101


:

Rp. 10.098.000








BEP volume

:

total biaya produksi / harga jual per kg



:

Rp. 18.820.000 / Rp. 11.000



:

1710,91 kg/thn





Artinya, titik impas usaha dicapai pada

hasil ikan minimal 1710.91 kg/thn


BEP harga

:

total biaya produksi / total produksi



:

Rp. 18.820.000 / 1800



:

Rp. 10.455 kg/thn




Artinya, titik impas usaha dicapai pada

harga ikan minimal Rp. 10.455/kg



sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar