I. PENDAHULUAN
Udang galah (Macrobrachium rosenbergii de man) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi baik untuk konsumsi dalam negeri maupu ekspor. Permintaan pasarpun semakin meningkat, sedangkan penangkapan udang galah di alam semakin sulit, sehingga perlu dikembangkan usaha budidayanya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan benih dalam dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan pembenihan.
II. BIOLOGI
Udang galah termasuk famili Palamonidae dengan species Macrobrachium resenbergii. Badan udang terdiri dari tiga bagian : Kepala dan dada (Cephalotorax), badan (abdomen) serta ekor (uropoda). Cephalotorax dibungkus oleh kulit keras, dibagian depan kepala terdapat tonjolan karapas yang bergerigi disebut rostrum padabagian atas sebanyak 11 s/d 13 buah dan bagian bawah 8 s/d 14 buah. Pada udang jantan pasangan kaki jalan kedua tubuh panjang dan cukup besar dapat mencapai 1,5 kali panjang badan, sedangkan pada betina relatif kecil.
Udang galah hidup pada dua habitat, pada stadia larva hidup diair payau dan kembali ke air tawar pada stadia juwana hingga dewasa. Pada stadia larva perubahan metamorfose terjadi sebanyak 11 kali dan berlangsung selama 30 s/d 35 hari. Udang galah bersifat omnivora,cendrung aktif pada malam hari.
III. PEMBENIHAN
A. Seleksi Induk
Beberapa persyaratan induk :
- Ukuran induk betina diatas 40 gr dan jantan diatas 50 gr.
- Jumlah telur cukup banyak.
- Badan bersih, baik dari kotoran maupun organisme yang bersifat parasit.
- Umur induk antara 8 s/d 20 bulan.
- Memilih induk yang sudah matang telur untuk yang kedua kali dan seterusnya.
- Berasal dari udang yang pertumbuhannya cepat.
B. Pemeliharaan Induk
Induk dipelihara di kolam dengankepadatan 4 ekor/m2 , diberi pakanberupa pellet dengan kandungan protein 30 % sebanyak 5 % dari berat tubuh . Pada pemeliharaan induk ini, induk jantan dan betina sebaiknya dipelihara secara terpisah, baik dikolam maupun dibak beton dilengkapi dengan pintu pemasokan dan pengeluaran dengan kedalaman 80 s/d 100 cm.
E. Pemeliharaan Larva
Pemeliharan larva udang galah dilakukan pada bak bulat (conicle tank dari fiberglass). Hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan tersebut antara lain kualitas air dan pemberian pakan. Ukuran pakan harus disesuaikan dengan bukan mulut larva. Pada hari ke 3 setelah penetasan diberi pakan nauplii “Artemia” dengan frekuensi pemberian pakan 3 jam sekali.
Penggantian air dilakukan setiap hari sebanyak 25 s/d 50, sebelumnya kotoran dibersihkan dengan cara disipon. Salinitas media pemeliharaan lavra dipertahankan 10 s/d 12 ppt. Setelah menjadi juwana salinitas media diturunkan secara bertahap menjadi 0 ppt kemudian kemudian juwana siap dipasarkan atau ditebar kekolam untuk dibesarkan sampai ukuran konsumsi.
III. PENYAKIT
Penyakit merupakan salah satu factor pembatas keberhasilan pembenihan udang galah. Penyakit yang biasa timbul adalah penyakit bacterial yang bersal dari air laut yaitu Vibrio sp. Dengan ditandai semacam stress, fluorisensi pada laeva yang mati dan terjadi kematian massal dalam waktu yang singkat.
Untuk mencekgah terjadinya serangan bacterial perlu adanya “Chlorinisasi” media dan pengeringan fasilitas selama 7 hari. Jika sudah terserang, pengobatannya menggunakan antibiotik dengan dosis 11 s/d 13 ppm, dengan cara perendaman selama 3 hari.
Minggu, 02 November 2008
Sabtu, 01 November 2008
Pump hydram
Pump hydram
Pump hydram different with the other pumps in general. Unlike pumps that use a mishmash manpower to drain the water and also with pumps - pumps and other diesel electric engines that use energy using fuel oil gasoline or diesel oil.
Hydram can pump water without using fuel oil, and without the use of human, not strange then we can state that the pump is a pump hydram energy efficient.
Principles of working pumps hydram
- Water entered into the tube air whether that will occur in the tube.
- From the tube pipe made in the first empty tube filled with water and after what happened.
- Before the water tube to the air valve in the pipe is made whether that happened in the spigot? and on the tube?
- When the tube is made on whether the pipeline will occur
- After viewing the events above are an illustration of how water can rise to the top of the water power itself
- With the valve that can create up and down, the water will rise to the top of the pipe and tube through the air. Thus, there was what is called forcer hydram.
It hydram can pump water with the help of international energy water itself, which is caused by the thrusting energy gravity water in the pipe with the aid spigot, which fluctuates.
Anton Lowa, 1983
Pump hydram different with the other pumps in general. Unlike pumps that use a mishmash manpower to drain the water and also with pumps - pumps and other diesel electric engines that use energy using fuel oil gasoline or diesel oil.
Hydram can pump water without using fuel oil, and without the use of human, not strange then we can state that the pump is a pump hydram energy efficient.
Principles of working pumps hydram
- Water entered into the tube air whether that will occur in the tube.
- From the tube pipe made in the first empty tube filled with water and after what happened.
- Before the water tube to the air valve in the pipe is made whether that happened in the spigot? and on the tube?
- When the tube is made on whether the pipeline will occur
- After viewing the events above are an illustration of how water can rise to the top of the water power itself
- With the valve that can create up and down, the water will rise to the top of the pipe and tube through the air. Thus, there was what is called forcer hydram.
It hydram can pump water with the help of international energy water itself, which is caused by the thrusting energy gravity water in the pipe with the aid spigot, which fluctuates.
Anton Lowa, 1983
Pompa hydram
Pompa hydram
Pompa hydram berbeda dengan pompa lain pada umumnya. Tidak seperti pompa dragon yang menggunakan tenaga manusia untuk mengalirkan air dan juga dengan pompa – pompa lainnya diesel dan listrik yang menggunakan tenaga mesin yang menggunakan bahan bakar minyak bensin solar atau minyak tanah.
Pompa hydram dapat menggunakan air tanpa bahan bakar minyak dan tanpa menggunakan tenaga manusia, aneh bukan maka kita dapat menyebutkan bahwa pompa hydram merupakan pompa hemat energi.
Prinsip kerja pompa hydram
- air dimasukan kedalam tabung udara apakah yang akan terjadi di dalam tabung.
- Dari tabung dibuat pipa pada mula-mula tabung kosong dan setelah diisi air apakah yang terjadi.
- Sebelum air ke tabung udara pada pipa dibuat klep apakah yang terjadi pada klepnya ? dan pada tabung ?
- Apabila pada tabung dibuat pipa apakah yang akan terjadi
- Setelah melihat peristiwa tersebut di atas ada gambaran bagaimana air dapat naik ke atas dengan tenaga air itu sendiri
- Dengan membuat klep yang dapat naik turun maka air akan naik ke atas melalui pipa dan tabung udara. Dengan demikian terjadilah apa yang dinamakan dengan pompa hydram.
Kesimpulannya pompa hydram dapat menaikan air dengan bantuan tenaga air itu sendiri, yang diakibatkan oleh dorongan tenaga gravitasi air pada pipa dengan bantuan klep yang naik turun.
anton lowa, 1983
Pompa hydram berbeda dengan pompa lain pada umumnya. Tidak seperti pompa dragon yang menggunakan tenaga manusia untuk mengalirkan air dan juga dengan pompa – pompa lainnya diesel dan listrik yang menggunakan tenaga mesin yang menggunakan bahan bakar minyak bensin solar atau minyak tanah.
Pompa hydram dapat menggunakan air tanpa bahan bakar minyak dan tanpa menggunakan tenaga manusia, aneh bukan maka kita dapat menyebutkan bahwa pompa hydram merupakan pompa hemat energi.
Prinsip kerja pompa hydram
- air dimasukan kedalam tabung udara apakah yang akan terjadi di dalam tabung.
- Dari tabung dibuat pipa pada mula-mula tabung kosong dan setelah diisi air apakah yang terjadi.
- Sebelum air ke tabung udara pada pipa dibuat klep apakah yang terjadi pada klepnya ? dan pada tabung ?
- Apabila pada tabung dibuat pipa apakah yang akan terjadi
- Setelah melihat peristiwa tersebut di atas ada gambaran bagaimana air dapat naik ke atas dengan tenaga air itu sendiri
- Dengan membuat klep yang dapat naik turun maka air akan naik ke atas melalui pipa dan tabung udara. Dengan demikian terjadilah apa yang dinamakan dengan pompa hydram.
Kesimpulannya pompa hydram dapat menaikan air dengan bantuan tenaga air itu sendiri, yang diakibatkan oleh dorongan tenaga gravitasi air pada pipa dengan bantuan klep yang naik turun.
anton lowa, 1983
seedling (Pangasius hypopthalmus)
seedling (Pangasius hypopthalmus)
I. Introduction
This fish is quite popular, (Pangasius hypopthalmus) fish came from Thailand and was first imported to Indonesia in 1972 by the Fisheries Research hall freshwater Bogor. The term Siamese is another mountain lele Bangkok or pangasius and in their home country called "Pla sawai."
I. Biological
Phylum: Chordata
Sub. Phylum: Vertebrata
Supae class: Leo
Class: Ostechtyes
Subclass: Actinopterygii
People: Ostariophysi
Clan: Pangasius
Type: Pangasius hypopthalmus
- Agency aft, flat body shape, not scaly, small head, small eyes, mouth, head and true width, has two pairs of mustache, a small back fin and higher, have adefose Fin, the color of gray spine and abdomen blackish silver.
- The river that many fish found in Southeast Asia, Lifestyle disungai that, in slightly muddy, muddy base and the temperature 25's to 30 OC.
- Jabal Siamese omnivora including fish, but sat on a flyblow Carnivora. Food of interest Brachionus sp., Crustacea, Cladocera. Flyblow yan new yellow eggs have exhausted the nature of the cannibal high.
- Association of Siamese mountain can be cultivated after the age of 4 years and married in the rainy season.
II. Seedling
A. Maintenance Association
- Master stored in special ponds with 0.25 density, s / d 1 kg/m2. Food provided by the form of Pellet dose of 3% per day and given 3 times per day.
- Signs of a mature parent gonad:
Females: abdomen see big, soggy hole and genitals reddish color.
Male: sex hole and when the reddish color to the hole dipijit sex will be out in white liquid (sperm).
B. Spawning
- Spawning a new can be done only in artificial, that is, menyuntikan hormone stimulation that comes from the gland hipofisa goldfish, a LHRH-or HCG.
- Master the female injection twice the lapse of time of 12 hours. When using kelenjer hipofisa first injection of as much as 1 dose, the second injection of 2 doses, but when using LHH with a dose of 0.5 cc / kg parent. The first injection of 1 / 3 and the second injection of 2 / 3 part ..
- Master male states once the 1 / 3 doses and conducted simultaneously with the injection of both the female parent.
- After 6 d 12 hours of injecting the second female parent checked every 1 hour ovulasi occurred when the striping is done with a trace of the stomach from the front of the hole toward sex and the eggs were in the container / tray plasitk. At the same time, the male parent also distiping mixed with sperm and eggs. Then added physiological solution (NaCl 0.9%) and stirred using quill during 1s / 2 minutes.
C. Hatching Egg
Eggs hatch in the aquarium with Aeration and water heater. The temperature 27 d OC 29. Usually the eggs will hatch within 18 d 24 hours.
D. Maintenance flyblow
Flyblow maintenance is still done in the hatchery aquarium, but the previous ¾ dirty water and the remaining eggs hatch, which does not have to be removed and replace with water to keep good quality ait. Replacement must be done each day until ready flyblow spread in the pond. The density of the separation flyblow 50's 75 head / liter. Flyblow the age of two days, given the form of feed naupli artemia until age 6 days. After the silk worms flyblow given until the age of 14 days.
E. Separating
- Preparation of the pond conducted a week before researching flyblow, which includes drying, dike repair, processing and manufacturing base land kemalir.
- Fertilization using chicken dung with the dose of 500 s / d 1000 gr/m2. A water pond filled with 40 cm and 3 days after orgophosphat accomplished with 4 ppm and left for 4 days.
- Management is done with calcium oxide dissolves into the barrel, then spread wide and constructed swimming base. Dosinya 250 d 500 gram/m2.
- Seeds are spread in the morning with a density 100 d 200 ekor/m2.
- Separating conducted for 21 days. Additional feed given each day the form of flour Pellet 0.75 gr/1.000 tail.
DISEASES
The disease is often attacked Jabal Siam is a parasite. Prevention can be done with the kitchen throw salt 200 gr/m3 every 10 days for maintenance, while for the disease Trichodina can be provided with a dose of formalin 25 ppm.
I. Introduction
This fish is quite popular, (Pangasius hypopthalmus) fish came from Thailand and was first imported to Indonesia in 1972 by the Fisheries Research hall freshwater Bogor. The term Siamese is another mountain lele Bangkok or pangasius and in their home country called "Pla sawai."
I. Biological
Phylum: Chordata
Sub. Phylum: Vertebrata
Supae class: Leo
Class: Ostechtyes
Subclass: Actinopterygii
People: Ostariophysi
Clan: Pangasius
Type: Pangasius hypopthalmus
- Agency aft, flat body shape, not scaly, small head, small eyes, mouth, head and true width, has two pairs of mustache, a small back fin and higher, have adefose Fin, the color of gray spine and abdomen blackish silver.
- The river that many fish found in Southeast Asia, Lifestyle disungai that, in slightly muddy, muddy base and the temperature 25's to 30 OC.
- Jabal Siamese omnivora including fish, but sat on a flyblow Carnivora. Food of interest Brachionus sp., Crustacea, Cladocera. Flyblow yan new yellow eggs have exhausted the nature of the cannibal high.
- Association of Siamese mountain can be cultivated after the age of 4 years and married in the rainy season.
II. Seedling
A. Maintenance Association
- Master stored in special ponds with 0.25 density, s / d 1 kg/m2. Food provided by the form of Pellet dose of 3% per day and given 3 times per day.
- Signs of a mature parent gonad:
Females: abdomen see big, soggy hole and genitals reddish color.
Male: sex hole and when the reddish color to the hole dipijit sex will be out in white liquid (sperm).
B. Spawning
- Spawning a new can be done only in artificial, that is, menyuntikan hormone stimulation that comes from the gland hipofisa goldfish, a LHRH-or HCG.
- Master the female injection twice the lapse of time of 12 hours. When using kelenjer hipofisa first injection of as much as 1 dose, the second injection of 2 doses, but when using LHH with a dose of 0.5 cc / kg parent. The first injection of 1 / 3 and the second injection of 2 / 3 part ..
- Master male states once the 1 / 3 doses and conducted simultaneously with the injection of both the female parent.
- After 6 d 12 hours of injecting the second female parent checked every 1 hour ovulasi occurred when the striping is done with a trace of the stomach from the front of the hole toward sex and the eggs were in the container / tray plasitk. At the same time, the male parent also distiping mixed with sperm and eggs. Then added physiological solution (NaCl 0.9%) and stirred using quill during 1s / 2 minutes.
C. Hatching Egg
Eggs hatch in the aquarium with Aeration and water heater. The temperature 27 d OC 29. Usually the eggs will hatch within 18 d 24 hours.
D. Maintenance flyblow
Flyblow maintenance is still done in the hatchery aquarium, but the previous ¾ dirty water and the remaining eggs hatch, which does not have to be removed and replace with water to keep good quality ait. Replacement must be done each day until ready flyblow spread in the pond. The density of the separation flyblow 50's 75 head / liter. Flyblow the age of two days, given the form of feed naupli artemia until age 6 days. After the silk worms flyblow given until the age of 14 days.
E. Separating
- Preparation of the pond conducted a week before researching flyblow, which includes drying, dike repair, processing and manufacturing base land kemalir.
- Fertilization using chicken dung with the dose of 500 s / d 1000 gr/m2. A water pond filled with 40 cm and 3 days after orgophosphat accomplished with 4 ppm and left for 4 days.
- Management is done with calcium oxide dissolves into the barrel, then spread wide and constructed swimming base. Dosinya 250 d 500 gram/m2.
- Seeds are spread in the morning with a density 100 d 200 ekor/m2.
- Separating conducted for 21 days. Additional feed given each day the form of flour Pellet 0.75 gr/1.000 tail.
DISEASES
The disease is often attacked Jabal Siam is a parasite. Prevention can be done with the kitchen throw salt 200 gr/m3 every 10 days for maintenance, while for the disease Trichodina can be provided with a dose of formalin 25 ppm.
pembenihan ikan jambal siam
pembenihan (Pangasius hypopthalmus)
I. Pendahuluan
Ikan ini cukup populer, (Pangasius hypopthalmus) Ikan ini berasal dari Thailand dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1972 oleh balai Penelitian Perikanan Air Tawar Bogor. Sebutan lain jabal siam adalah lele Bangkok atau pangasius dan di negara asalnya disebut “Pla sawai”.
I. BIOLOGI
Phylum : Chordata
Sub. Phylum : Vertebrata
Supae class : Pisces
Class : Ostechtyes
Subclass : Actinopterygii
Bangsa : Ostariophysi
Marga : Pangasius
Jenis : Pangasius hypopthalmus
- Badan memanjang, bentuk tubuh pipih, tidak bersisik, kepala kecil, mata kecil, mulut diujung kepala dan lebar, mempunyai dua pasang kumis, sirip punggung kecil dan tinggi, mempunyai adefose fin, warna punggung abu kehitaman dan perut berwarna perak.
- ikan sungai yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, Hidup disungai yang dalam , agak keruh, dasar berlumpur dan suhu 25 s/d 30 oC.
- Jabal siam termasuk ikan omnivora, namun pada sat larva bersifat carnivora. Makanan yang disukainya Brachionus sp., crustacea, Cladocera. Larva yan baru habis kuning telurnya mempunyai sifat kanibal yang tinggi.
- Induk jabal siam sudah dapat dibudidayakan setelah berumur 4 tahun dan kawin pada musim hujan.
II. PEMBENIHAN
A. Pemeliharaan Induk
- Induk disimpan di kolam khusus dengan kepadatan 0,25 s/d 1 kg/m2. Makanan yang diberikan berupa pellet dengan dosis sebanyak 3 % per hari dan diberikan 3 kali per hari.
- Tanda-tanda induk yang matang gonad :
Betina : Perut nampak besar, lembek dan lubang alat kelamin berwarna kemerahan.
Jantan : Lubang kelamin berwarna kemerahan dan bila dipijit ke arah lubang kelamin akan keluar cairan berwarna putih (sperma).
B. Pemijahan
- spawning hanya baru bisa dilakukan secara buatan, yaitu dengan menyuntikan hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hipofisa ikan mas, LHRH-a atau HCG.
- Induk betina di suntik dua kali selang waktu 12 jam. Apabila menggunakan kelenjer hipofisa penyuntikan pertama sebanyak 1 dosis, penyuntikan kedua sebanyak 2 dosis, tetapi bila menggunakan LHH-a dengan dosis 0,5 cc/kg induk. Penyuntikan pertama 1/3 bagian dan penyuntikan kedua 2/3 bagian..
- Induk jantan disuntik sekali yaitu 1/3 dosis dan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina.
- Setelah 6 s/d 12 jam dari penyuntikan kedua induk betina diperiksa tiap 1 jam apabila sudah terjadi ovulasi maka dilakukan striping yaitu dengan mengurut bagian perut dari arah depan ke arah lubang kelamin dan telurnya ditampung di dalam wadah/baki plasitk. Pada saat yang bersamaan, induk jantan juga distiping dan sperma dicampurkan dengan telur. Kemudian ditambahkan larutan fisiologis (NaCl 0,9%) serta diaduk menggunakan bulu ayam selama 1s/d 2 menit.
C. Penetasan Telur
Telur menetas di dalam akuarium yang dilengkapi dengan aerasi dan water heater. Suhunya 27 s/d 29 oC. Biasanya telur akan menetas dalam waktu 18 s/d 24 jam.
D. Pemeliharaan Larva
Pemeliharaan larva masih dilakukan dalam akuarium penetasan, namun sebelumnya ¾ bagian air kotor serta sisa telur yang tidak menetas harus dibuang dan ganti dengan air bersih agar kualitas ait tetap baik. Penggantian harus dilakukan tiap hari sampai larva siap ditebar di kolam . Padat penebaran larva 50 s/d 75 ekor/liter. Larva yang berumur dua hari, diberi pakan berupa naupli artemia sampai berumur 6 hari. Setelah itu larva diberi cacing sutra sampai berumur 14 hari.
E. Pendederan
- Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva, yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.
- Pemupukan menggunakan kotoran ayam dengan dosis 500 s/d 1.000 gr/m2. Kolam diisi air setinggi 40 cm dan sesudah 3 hari disemprot dengan orgophosphat 4 ppm dan dibiarkan selama 4 hari.
- Pengapuran dilakukan dengan melarutkan kapur tohor kedalam tong, kemudian disebarkan keseluruh pematang dan dasar kolam . Dosinya 250 s/d 500 gram/m2.
- Benih ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 100 s/d 200 ekor/m2.
- Pendederan dilakukan selama 21 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa tepung pellet sebanyak 0,75 gr/1.000 ekor.
PENYAKIT
Penyakit yang sering menyerang Jabal Siam adalah parasit. Pencegahan dapat dilakukan dengan menebarkan garam dapur sebanyak 200 gr/m3 setiap 10 hari selama pemeliharaan, sedangkan untuk penyakit Trichodina dapat diberikan formalin dengan dosis 25 ppm.
I. Pendahuluan
Ikan ini cukup populer, (Pangasius hypopthalmus) Ikan ini berasal dari Thailand dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1972 oleh balai Penelitian Perikanan Air Tawar Bogor. Sebutan lain jabal siam adalah lele Bangkok atau pangasius dan di negara asalnya disebut “Pla sawai”.
I. BIOLOGI
Phylum : Chordata
Sub. Phylum : Vertebrata
Supae class : Pisces
Class : Ostechtyes
Subclass : Actinopterygii
Bangsa : Ostariophysi
Marga : Pangasius
Jenis : Pangasius hypopthalmus
- Badan memanjang, bentuk tubuh pipih, tidak bersisik, kepala kecil, mata kecil, mulut diujung kepala dan lebar, mempunyai dua pasang kumis, sirip punggung kecil dan tinggi, mempunyai adefose fin, warna punggung abu kehitaman dan perut berwarna perak.
- ikan sungai yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, Hidup disungai yang dalam , agak keruh, dasar berlumpur dan suhu 25 s/d 30 oC.
- Jabal siam termasuk ikan omnivora, namun pada sat larva bersifat carnivora. Makanan yang disukainya Brachionus sp., crustacea, Cladocera. Larva yan baru habis kuning telurnya mempunyai sifat kanibal yang tinggi.
- Induk jabal siam sudah dapat dibudidayakan setelah berumur 4 tahun dan kawin pada musim hujan.
II. PEMBENIHAN
A. Pemeliharaan Induk
- Induk disimpan di kolam khusus dengan kepadatan 0,25 s/d 1 kg/m2. Makanan yang diberikan berupa pellet dengan dosis sebanyak 3 % per hari dan diberikan 3 kali per hari.
- Tanda-tanda induk yang matang gonad :
Betina : Perut nampak besar, lembek dan lubang alat kelamin berwarna kemerahan.
Jantan : Lubang kelamin berwarna kemerahan dan bila dipijit ke arah lubang kelamin akan keluar cairan berwarna putih (sperma).
B. Pemijahan
- spawning hanya baru bisa dilakukan secara buatan, yaitu dengan menyuntikan hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hipofisa ikan mas, LHRH-a atau HCG.
- Induk betina di suntik dua kali selang waktu 12 jam. Apabila menggunakan kelenjer hipofisa penyuntikan pertama sebanyak 1 dosis, penyuntikan kedua sebanyak 2 dosis, tetapi bila menggunakan LHH-a dengan dosis 0,5 cc/kg induk. Penyuntikan pertama 1/3 bagian dan penyuntikan kedua 2/3 bagian..
- Induk jantan disuntik sekali yaitu 1/3 dosis dan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina.
- Setelah 6 s/d 12 jam dari penyuntikan kedua induk betina diperiksa tiap 1 jam apabila sudah terjadi ovulasi maka dilakukan striping yaitu dengan mengurut bagian perut dari arah depan ke arah lubang kelamin dan telurnya ditampung di dalam wadah/baki plasitk. Pada saat yang bersamaan, induk jantan juga distiping dan sperma dicampurkan dengan telur. Kemudian ditambahkan larutan fisiologis (NaCl 0,9%) serta diaduk menggunakan bulu ayam selama 1s/d 2 menit.
C. Penetasan Telur
Telur menetas di dalam akuarium yang dilengkapi dengan aerasi dan water heater. Suhunya 27 s/d 29 oC. Biasanya telur akan menetas dalam waktu 18 s/d 24 jam.
D. Pemeliharaan Larva
Pemeliharaan larva masih dilakukan dalam akuarium penetasan, namun sebelumnya ¾ bagian air kotor serta sisa telur yang tidak menetas harus dibuang dan ganti dengan air bersih agar kualitas ait tetap baik. Penggantian harus dilakukan tiap hari sampai larva siap ditebar di kolam . Padat penebaran larva 50 s/d 75 ekor/liter. Larva yang berumur dua hari, diberi pakan berupa naupli artemia sampai berumur 6 hari. Setelah itu larva diberi cacing sutra sampai berumur 14 hari.
E. Pendederan
- Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva, yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.
- Pemupukan menggunakan kotoran ayam dengan dosis 500 s/d 1.000 gr/m2. Kolam diisi air setinggi 40 cm dan sesudah 3 hari disemprot dengan orgophosphat 4 ppm dan dibiarkan selama 4 hari.
- Pengapuran dilakukan dengan melarutkan kapur tohor kedalam tong, kemudian disebarkan keseluruh pematang dan dasar kolam . Dosinya 250 s/d 500 gram/m2.
- Benih ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 100 s/d 200 ekor/m2.
- Pendederan dilakukan selama 21 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa tepung pellet sebanyak 0,75 gr/1.000 ekor.
PENYAKIT
Penyakit yang sering menyerang Jabal Siam adalah parasit. Pencegahan dapat dilakukan dengan menebarkan garam dapur sebanyak 200 gr/m3 setiap 10 hari selama pemeliharaan, sedangkan untuk penyakit Trichodina dapat diberikan formalin dengan dosis 25 ppm.
fish (Colossoma Macropomum)
fish (Colossoma Macropomum)
Colossoma Macropomum is Gamitama (Peru), Cachama (Venezuala), Bally Red Pacu (the United States and Great Britain). While in their home country called Tambaqul.
Biological
- Chacacoid Genus and species Colossoma macropomum.
- Agency fish this little round, flat body shape, small scale, almost round the head, nose rather large hole, closing below the pectoral fin gills, stomach and Paste fin rectum separate, back gray parents, white belly gray and red .
- Fish is a lot of fish found in rivers - rivers such as the Amazon, Orinoco. Living in the area that the water calm.
karnivora, including fish, sharp teeth. The preferred food in the Vase flyblow is Brachionus sp., Artemia sp., Moina sp.
- At the age of 4 years, the parent can be when normal growth could reach 4 kg of weight.
- Breeding occurred in the rainy season.
Seedling
A. Maintenance Association
- Master-parent dikolam maintained with the density 0.5 kg/m2. Each day be given additional feed Pellet form as much as 3% of body weight of fish and given s 3 / 4 times per day. By the rainy season, plus the amount of feed to 4%. Master female weighing 4 kg of eggs can produce as much as ± 400,000 eggs.
- Signature of parent-cooked gonad.
Females: distended belly, flabby and sex redness hole.
Male: stomach slim, warnah red in the body more clearly.
B. Spawning
o spawning new dirstyboys can be performed Induced spawning, for the female hormone disuntikan with LHRH-a 3 ug / kg or ovaprin 0.75 ml / kg. For male uses LHRH-a 2 ug / kg or ovaprin 0.5 ml / kg. LHRH-a reconstitution in 0.7% NaCl solution.
o Master in the female injection twice with the lapse of time 8 - 12 hours. The first injection of as much as 1 / 3 part of the total dose and the second injection of 2 / 3 him.
o Master states that have been entered into happa spawning, which was installed in the vessel spawning. During the spawning water flow must be fixed. Spawning usually occurs 3 s / d for 6 hours after injection of the second.
C. Hatching
After the eggs are taken to use the net scope fine, and then incubate the eggs in the aquarium, which has been equipped with Aeration and water heater with a temperature of 27s / d 29 0C. Egg density between 100 d 150 eggs / liter, usually the eggs will hatch within 16 hours up to 24 hours.
D. Maintenance flyblow
Flyblow kept in the same aquarium, but ¾ of the water before disposal. The density of the separation flyblow 50's 100 birds / liter flyblow the age of 4 days in the form of news feed naupli Artemia, Brachionus or Moina. Maintenance flyblow lasted for 21 days. During flyblow maintenance, water must be replaced every day 2 / 3 part. After the age of 21 days flyblow ready kekolam spread of separation.
E. Separating
• pond must be prepared before the week researching the seeds. Separating done in the breadth swimming 500's 1,000 m2. Preparation includes drying, dike repair, the processing of land and the creation of basic channels on the basis of the pond.
• swimming given the lime with calcium oxide, for 100 d and 200 gram/m2 swimming in the fertilizer with organic fertilizer with a dose of 500 gram/m2.
• flyblow spread in the morning with a density 50 s / 100 ekor/m2.
• Pellet form of additional feed given each day as many as 750 thousand gram/10 flyblow tail and given 3 times per day.
• Maintenance in the pool during the 21 days.
DISEASES
The disease is caused by parasites, bacteria and Moth (mushroom).
- Parasites
"Ich" or "White spot", attack the fish when the water temperature is low (cold), namely how to cope with the international temperature (with the water heater) to less than 29 degrees Celsius and 25 ppm of formalin.
- Moth (mushroom)
Mold is a result of the wounds caused by handling of the less careful. How to cope with Permanganate (PK) s with a dose of 2 / 3 ppm.
- Bacteria
Streptococcus sp. And Kurthia sp. How to overcome that is by using anti-biotic doses of tetracycline with 10 mppm.
Colossoma Macropomum is Gamitama (Peru), Cachama (Venezuala), Bally Red Pacu (the United States and Great Britain). While in their home country called Tambaqul.
Biological
- Chacacoid Genus and species Colossoma macropomum.
- Agency fish this little round, flat body shape, small scale, almost round the head, nose rather large hole, closing below the pectoral fin gills, stomach and Paste fin rectum separate, back gray parents, white belly gray and red .
- Fish is a lot of fish found in rivers - rivers such as the Amazon, Orinoco. Living in the area that the water calm.
karnivora, including fish, sharp teeth. The preferred food in the Vase flyblow is Brachionus sp., Artemia sp., Moina sp.
- At the age of 4 years, the parent can be when normal growth could reach 4 kg of weight.
- Breeding occurred in the rainy season.
Seedling
A. Maintenance Association
- Master-parent dikolam maintained with the density 0.5 kg/m2. Each day be given additional feed Pellet form as much as 3% of body weight of fish and given s 3 / 4 times per day. By the rainy season, plus the amount of feed to 4%. Master female weighing 4 kg of eggs can produce as much as ± 400,000 eggs.
- Signature of parent-cooked gonad.
Females: distended belly, flabby and sex redness hole.
Male: stomach slim, warnah red in the body more clearly.
B. Spawning
o spawning new dirstyboys can be performed Induced spawning, for the female hormone disuntikan with LHRH-a 3 ug / kg or ovaprin 0.75 ml / kg. For male uses LHRH-a 2 ug / kg or ovaprin 0.5 ml / kg. LHRH-a reconstitution in 0.7% NaCl solution.
o Master in the female injection twice with the lapse of time 8 - 12 hours. The first injection of as much as 1 / 3 part of the total dose and the second injection of 2 / 3 him.
o Master states that have been entered into happa spawning, which was installed in the vessel spawning. During the spawning water flow must be fixed. Spawning usually occurs 3 s / d for 6 hours after injection of the second.
C. Hatching
After the eggs are taken to use the net scope fine, and then incubate the eggs in the aquarium, which has been equipped with Aeration and water heater with a temperature of 27s / d 29 0C. Egg density between 100 d 150 eggs / liter, usually the eggs will hatch within 16 hours up to 24 hours.
D. Maintenance flyblow
Flyblow kept in the same aquarium, but ¾ of the water before disposal. The density of the separation flyblow 50's 100 birds / liter flyblow the age of 4 days in the form of news feed naupli Artemia, Brachionus or Moina. Maintenance flyblow lasted for 21 days. During flyblow maintenance, water must be replaced every day 2 / 3 part. After the age of 21 days flyblow ready kekolam spread of separation.
E. Separating
• pond must be prepared before the week researching the seeds. Separating done in the breadth swimming 500's 1,000 m2. Preparation includes drying, dike repair, the processing of land and the creation of basic channels on the basis of the pond.
• swimming given the lime with calcium oxide, for 100 d and 200 gram/m2 swimming in the fertilizer with organic fertilizer with a dose of 500 gram/m2.
• flyblow spread in the morning with a density 50 s / 100 ekor/m2.
• Pellet form of additional feed given each day as many as 750 thousand gram/10 flyblow tail and given 3 times per day.
• Maintenance in the pool during the 21 days.
DISEASES
The disease is caused by parasites, bacteria and Moth (mushroom).
- Parasites
"Ich" or "White spot", attack the fish when the water temperature is low (cold), namely how to cope with the international temperature (with the water heater) to less than 29 degrees Celsius and 25 ppm of formalin.
- Moth (mushroom)
Mold is a result of the wounds caused by handling of the less careful. How to cope with Permanganate (PK) s with a dose of 2 / 3 ppm.
- Bacteria
Streptococcus sp. And Kurthia sp. How to overcome that is by using anti-biotic doses of tetracycline with 10 mppm.
Pembenihan Bawal Air Tawar
Bawal air tawar (Colossoma Macropomum)
Sebutan lain ikan bawal adalah Gamitama (Peru), Cachama (Venezuala), Red Bally Pacu (Amerika Serikat dan Inggris). Sedangkan di negara asalnya disebut Tambaqul.
BIOLOGI
- Genus Chacacoid dan species Colossoma macropomum.
- Badan ikan bawal agak bulat, bentuk tubuh pipih, sisik kecil, kepala hampir bulat, lubang hidung agak besar, sirip dada dibawah tutup insang, sisip perut dan sirip dubur terpisah, punggung berwarna abu-abu tua, perut putih abu-abu dan merah.
- Ikan ikan ini banyak ditemukan di subgai - sungai besar seperti Amazon (Brazil), Orinoco (Venuzuela). Hidup secara bergerombolan di daerah yang airnya tenang.
-termasuk ikan karnivora, giginya tajam . Makanan yang disukai pada vase larva adalah Brachionus sp., Artemia sp., Moina sp.
- pada umur 4 tahun induk bawal sudah dapat dipijahkan bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg.
- Pemijahan terjadi pada musim penghujan.
PEMBENIHAN
A. Pemeliharaan Induk
- Induk-induk dipelihara dikolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 3% dari berat tubuh ikan dan diberikanan 3 s/d 4 kali per hari. Menjelang musim hujan jumlah pakannya ditambah menjadi 4%. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak ± 400.000 butir.
- Tanda induk yang matang gonad.
Betina : perut buncit, lembek dan lubang kelamin kemerahan.
Jantan : perut langsing, warnah merah dalam tubuhnya lebih jelas.
B. Pemijahan
o Pemijahan bawal baru bisa dilakukan secara Induced Spawning, untuk betina dengan menyuntikan hormon LHRH-a sebanyak 3 ug/kg atau ovaprin 0,75 ml/ kg. Untuk jantan menggunnakan LHRH-a sebanyak 2 ug/kg atau ovaprin 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7 % NaCl.
o Induk betina di suntik dua kali dengan selang waktu 8 - 12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.
o Induk yang sudah disuntik dimasukkan kedalam happa pemijahan yang dipasang dalam bak pemijahan. Selama pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 s/d 6 jam setelah penyuntikan kedua.
C. Penetasan
Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan di dalam akuarium yang telah dilengkapin dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27s/d 29 0C. Kepadatan telur antara 100 s/d 150 butir/liter, biasanya telur-telur akan menetas dalam waktu 16 jam s/d 24 jam.
D. Pemeliharaan Larva
Larva dipelihara dalam akuarium yang sama, namun sebelumnya ¾ bagian airnya dibuang. Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/liter larva yang berumur 4 hari di beri pakan berupa naupli Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 21 hari. Selama pemeliharaan larva, air harus diganti setiap hari 2/3 bagiannya. Setelah berumur 21 hari larva siap ditebar kekolam pendederan.
E. Pendederan
• kolam harus disiapkan seminggu sebelum penebaran benih. Pendederan dilakukan di kolam yang luasnya 500 s/d 1.000 m2. Persiapan meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.
• kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 100 s/d 200 gram/m2 kemudian kolam di pupuk dengan pupuk organic dengan dosis 500 gram/m2.
• larva ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 s/d 100 ekor/m2.
• pakan tambahan berupa pellet diberikan setiap hari sebanyak 750 gram/10 ribu ekor larva dan diberikan 3 kali per hari.
• Pemeliharaan di kolam pendederan berlangsung selama 21 hari.
PENYAKIT
Penyakit disebabkan oleh parasit, bakteri dan kapang (jamur).
- Parasit
“Ich” Atau “White spot“, menyerang ikan apabila suhu air pemeliharaan rendah (dingin), cara mengatasinya yaitu dengan menaikan suhu (dengan water heater) sampai kurang lebih 29 derajat Celcius dan pemberian formalin 25 ppm.
- Kapang (jamur)
Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan yang kurang hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat (PK) dengan dosis 2 s/d 3 ppm.
- Bakteri
Streptococus sp. Dan Kurthia sp. Cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan anti biotic tetracycline dengan dosis 10 mppm.
Sebutan lain ikan bawal adalah Gamitama (Peru), Cachama (Venezuala), Red Bally Pacu (Amerika Serikat dan Inggris). Sedangkan di negara asalnya disebut Tambaqul.
BIOLOGI
- Genus Chacacoid dan species Colossoma macropomum.
- Badan ikan bawal agak bulat, bentuk tubuh pipih, sisik kecil, kepala hampir bulat, lubang hidung agak besar, sirip dada dibawah tutup insang, sisip perut dan sirip dubur terpisah, punggung berwarna abu-abu tua, perut putih abu-abu dan merah.
- Ikan ikan ini banyak ditemukan di subgai - sungai besar seperti Amazon (Brazil), Orinoco (Venuzuela). Hidup secara bergerombolan di daerah yang airnya tenang.
-termasuk ikan karnivora, giginya tajam . Makanan yang disukai pada vase larva adalah Brachionus sp., Artemia sp., Moina sp.
- pada umur 4 tahun induk bawal sudah dapat dipijahkan bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg.
- Pemijahan terjadi pada musim penghujan.
PEMBENIHAN
A. Pemeliharaan Induk
- Induk-induk dipelihara dikolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 3% dari berat tubuh ikan dan diberikanan 3 s/d 4 kali per hari. Menjelang musim hujan jumlah pakannya ditambah menjadi 4%. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak ± 400.000 butir.
- Tanda induk yang matang gonad.
Betina : perut buncit, lembek dan lubang kelamin kemerahan.
Jantan : perut langsing, warnah merah dalam tubuhnya lebih jelas.
B. Pemijahan
o Pemijahan bawal baru bisa dilakukan secara Induced Spawning, untuk betina dengan menyuntikan hormon LHRH-a sebanyak 3 ug/kg atau ovaprin 0,75 ml/ kg. Untuk jantan menggunnakan LHRH-a sebanyak 2 ug/kg atau ovaprin 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7 % NaCl.
o Induk betina di suntik dua kali dengan selang waktu 8 - 12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.
o Induk yang sudah disuntik dimasukkan kedalam happa pemijahan yang dipasang dalam bak pemijahan. Selama pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 s/d 6 jam setelah penyuntikan kedua.
C. Penetasan
Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan di dalam akuarium yang telah dilengkapin dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27s/d 29 0C. Kepadatan telur antara 100 s/d 150 butir/liter, biasanya telur-telur akan menetas dalam waktu 16 jam s/d 24 jam.
D. Pemeliharaan Larva
Larva dipelihara dalam akuarium yang sama, namun sebelumnya ¾ bagian airnya dibuang. Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/liter larva yang berumur 4 hari di beri pakan berupa naupli Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 21 hari. Selama pemeliharaan larva, air harus diganti setiap hari 2/3 bagiannya. Setelah berumur 21 hari larva siap ditebar kekolam pendederan.
E. Pendederan
• kolam harus disiapkan seminggu sebelum penebaran benih. Pendederan dilakukan di kolam yang luasnya 500 s/d 1.000 m2. Persiapan meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.
• kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 100 s/d 200 gram/m2 kemudian kolam di pupuk dengan pupuk organic dengan dosis 500 gram/m2.
• larva ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 s/d 100 ekor/m2.
• pakan tambahan berupa pellet diberikan setiap hari sebanyak 750 gram/10 ribu ekor larva dan diberikan 3 kali per hari.
• Pemeliharaan di kolam pendederan berlangsung selama 21 hari.
PENYAKIT
Penyakit disebabkan oleh parasit, bakteri dan kapang (jamur).
- Parasit
“Ich” Atau “White spot“, menyerang ikan apabila suhu air pemeliharaan rendah (dingin), cara mengatasinya yaitu dengan menaikan suhu (dengan water heater) sampai kurang lebih 29 derajat Celcius dan pemberian formalin 25 ppm.
- Kapang (jamur)
Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan yang kurang hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat (PK) dengan dosis 2 s/d 3 ppm.
- Bakteri
Streptococus sp. Dan Kurthia sp. Cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan anti biotic tetracycline dengan dosis 10 mppm.
Langganan:
Postingan (Atom)