Selasa, 24 Januari 2012
Perikanan Budidaya Baru Digarap 11%
Potensi perikanan budidaya di Indonesia baru dimanfaatkan sekitar 11%, sehingga terbuka lebar untuk dioptimalkan agar produksi perikanan naik signifikan. Hal itu dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam seminar Outlook Perikanan 2012 bertajuk Industrialisasi Perikanan Budidaya; Peluang dan Tantangan Bagi Usaha Budi Daya di Jakarta, Rabu (18/1).
Sharif memaparkan, potensi perikanan budidaya mencapai lebih dari 9,58 juta hektare, tetapi pada 2010 yang tecatat baru dimanfaatkan seluas 1,11 juta hektare.
Menurut dia, potensi perikanan seluas 9,58 juta hektare itu terdiri atas potensi tambak 1,22 juta hektare dan potensi budi daya laut seluas 8,36 juta hektare.
"Potensi perikanan budi daya tersebut meliputi budidaya laut, budi dayatambak, budi daya kolam, budi daya keramba, budi daya jaring apung dan budi daya sawah," kata dia
Namun, menurut Sharif, meski pemanfaatan potensi perikanan budidaya belum optimal, produksi perikanan budidaya menunjukkan kenaikan signifikan dari produksi yang tercatat 4.78 juta ton tahun 2010 naik menjadi sekitar 6,97 juta ton pada 2011.
Dia menjelaskan, peningkatan produksi perikanan tersebut baik perikanan budi daya maupun tangkap belum mampu mencukupi permintaan dalam negeri. Permintaan itu termasuk dari industri pengolahan perikanan untuk dijadikan bahan baku.
"Dari kebutuhan bahan baku pe-mindangan saja yang sebanyak 157.838 ton per bulan, saat ini hasil produksi ikan tangkap nasional untuk jenis ikan pindang hanya sekitar
76.434 ton per bulan. Artinya, terdapat kekurangan bahan baku ikan pindang sekitar 5137%," kata dia.
Sharif mengemukakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak bisa memaksakan untuk memenuhi kebutuhan baku industri pindang yang berasa) dari perikanan tangkap karena keterbatasan sumber daya ikan di laut maupun faktor cuaca
Untuk itu, menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengedukasi para pemindang untuk mendiversifikasi usahanya dengan usaha pengolahan perikanan budidaya seperti bandeng presto.
"Tentunya hal ini harus diikuti upaya peningkatan produksi ikan bandeng sebagai bahan bakunya Karena itu, bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang kami prioritaskan imtuk dikembangkan, selain udang-dan patin." kata Sharif, (ant)
Sumber : investor Daily 19 Januari 2012,hal. 7
Senin, 16 Januari 2012
POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG ORGANIK DI KUTAI KARTANEGARA
Komoditas udang adalah merupakan primadona bagi produk perikanan budidaya, karena sangat disukai oleh konsumen baik dalam maupun luar negri, disamping itu harganyapun relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan produk perikanan budidaya lainya. Komoditas udang juga merupakan salah satu dari komoditas yang sedang dikembangkan pada saat ini untuk ditingkatkan produksinya salah satunya dengan melalui program revitalisasi tambak di pantura.
Seiring dengan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan keamanan pangan khususnya konsumen luar negri, sehingga masalah mutu produk yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan. Maka para pembudidaya dituntut untuk menerapkan cara budidaya ikan yang baik (CBIB). Salah satu teknologi produksi budidaya udang yang dapat dilakukan oleh pembudidaya untuk menghasilkan produksi yang berkualitas tinggi dan memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan adalah budidaya udang organik. Budidaya udang organik adalah merupakan sistem pemeliharaan udang dengan menerapkan proses produksi yang menjamin produk yang dihasilkan bebas dari bahan anorganik dan bahan berbahaya lainya. Budidaya udang organik pada dasarnya hampir sama pemeliharaanya dengan dengan pola pemeliharaan tradisional, namun selama proses pemeliharaanya tidak menggunakan pakan dan obat serta sarana produksi lainya yang mengandung bahan anorganik dan residu lainya.
Sesuai dengan Petunjuk Teknis Budidaya Udang Organik yang dikeluarkan oleh Ditjen Perikanan Budidaya Tahun 2010, teknologi budidaya udang organik menggunakan luas petakan berkisar 1-4 ha / petak, padat penebaran 2-3 ekor/meter, luas caren 20-30% dari luas petakan dengan kedalaman caren 40% dari permukaan pelataran, pintu air 1 buah per Ha. Luas caren 20 – 30 % dari luas petakan dengan kedalaman caren 40% dari permukaan pelataran.
Permintaan udang organik dipasar dunia masih belum bisa dipenuhi, hal ini disebabkan karena produksi masih terbatas. Budidaya udang organik belum banyak diminati oleh para pembudidaya, karena produktivitasnya yang rendah (kurang dari 1 ton/Ha/MT) dan memerlukan lahan yang luas. Namun dengan pola budidaya organik, harga udang bisa mencapai 20 dollar AS /kg, sedangkan harga udang produksi budidaya anorganik maksimal 7 dollar SA /kg.
Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu sentra produksi perikanan budidaya tambak khususnya produksi udang windu di Kalimantan, Tahun 2010 produksi udang windu yang dihasilkan 1.851,9 Ton, sedangkan luas areal budidaya tambak yang dilaporkan seluas 30.474 Ha, tersebar dibeberapa kecamatan yaitu di Kecamatan Marangkayu 1.214 Ha, Kecamatan Muara Badak 14.021 Ha, Kecamatan Anggana 2.302 Ha, Kecamatan Samboja 912 Ha, dan kecamatan Muara Jawa 12.025 Ha. Produktivitas tambak yang ada kalau dilihat dari jumlah produksi dibagi dengan luas lahan di kabupaten Kutai Kartanegara berkisar 60,76 kg/ Ha, angka produktivitas tambak yang sangat kecil dan masih bisa ditingkatkan bila menerapkan budidaya udang yang baik dan benar. Karakteristik tambak yang ada di kabupaten Kutai Kartanegara pada umumnya sangat cocok untuk pengembangan budidaya udang organik, dimana petakan yang ada cukup luas ( 2 – 5 Ha / petak), padat penebaran yang rendah ± 1 ekor / meter, bentuk petakan tidak beraturan, pintu air 1 buah per petak, kedalaman caren kurang terawat, pemasukan dan pengeluaran air mengandalkan pasang surut dan hampir semua pembudidaya menerapkan teknologi tradisional serta kondisi lingkungan perairan yang masih relatif baik dan jauh dari sumber pencemaran.
Dengan memperhatikan kondisi luas lahan, serta karakteristik tambak dan pembudidaya yang ada di kabupaten Kutai Kartanegara, maka hal ini merupakan potensi yang dapat dijadikan modal dalam pengembangan budidaya udang organik. Jika potensi ini disentuh dengan penyadaran dan pemberian wawasan yang lebih luas tentang budidaya udang organik kepada pembudidaya, baik dari segi teknis maupun non teknis serta keuntungan yang akan didapat, maka peluang untuk mengisi pasar ekspor udang organik akan mampu diwujudkan, sebagai gambaran dengan luas lahan tambak yang ada di kabupaten Kutai Kartanegara 30.474 Ha, kemudian sebagai gambaran dengan menggunakan acuan teknis dari juknis yang ada, maka dengan hanya penebaran 20.000 ekor/Ha (padat tebar 2 ekor / meter), dengan asumsi produksi udang SR 50 %, size panen 30 ekor / kg maka bisa menghasilkan udang sebanyak ±10.000 Ton / siclus, dan kabupaten Kutai Kartanegara akan menjadi salah satu sentra produksi budidaya udang organik.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Rabu, 11 Januari 2012
Impor Ikan agar Dihentikan
Impor Ikan agar Dihentikan
JAKARTA, KOMPAS - Kementerian Kelautan dan Perikanan diminta melakukan moratorium atau penghentian sementara impor ikan guna melihat titik keseimbangan kebutuhan ikan masyarakat Sejumlah indikasi penyalahgunaan impor ikan perlu ditindaklanjuti serius.
Ketua Komisi IV DPR Roma-hurmuziy di Jakarta, Senin (9/1), mengatakan, pemerintah diminta serius menangani impor ikan. "Moratorium impor ikan diperlukan untuk melihat tingkat keseimbangan kebutuhan masyarakat Dengan moratorium, harga ikan lokal akan terdorong naik karena kebutuhan meningkat Di sini bisa dilihat titik keseimbangan antara pasokan dan permintaan," ujarnya
Ia menambahkan, pihaknya akan meminta pemerintah untuk melakukan sensus produksi ikan dan garam guna memastikan data produksi secara akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. "Kalau belum ada data yang akurat, basis pengambilan keputusan salah sehingga kebijakan yang diterbitkan pasti salah," ujar Romahurmuziy.
Pendataan kacau
Secara terpisah. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam dialog pakar yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri mengakui pendataan perikanan masih kacau. Padahal, data penting sebagai dasar kebijakan. "Banyak data, termasuk data dari Badan Pusat Statistik, yang masih kurang akurat." ujarnya.
Pihaknya sedang menyusun pendataan dan pemetaan produksi industri pengolahan dan memetakan produksi perikanan tangkap, budidaya, tambak, dan sebaran produksi. Terkait dengan itu, pihaknya merekrut 8.000 penyuluh sebagai pengawas dan pendamping usaha perikanan. , (LKT)
Ketua Komisi IV DPR Roma-hurmuziy di Jakarta, Senin (9/1), mengatakan, pemerintah diminta serius menangani impor ikan. "Moratorium impor ikan diperlukan untuk melihat tingkat keseimbangan kebutuhan masyarakat Dengan moratorium, harga ikan lokal akan terdorong naik karena kebutuhan meningkat Di sini bisa dilihat titik keseimbangan antara pasokan dan permintaan," ujarnya
Ia menambahkan, pihaknya akan meminta pemerintah untuk melakukan sensus produksi ikan dan garam guna memastikan data produksi secara akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. "Kalau belum ada data yang akurat, basis pengambilan keputusan salah sehingga kebijakan yang diterbitkan pasti salah," ujar Romahurmuziy.
Pendataan kacau
Secara terpisah. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam dialog pakar yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri mengakui pendataan perikanan masih kacau. Padahal, data penting sebagai dasar kebijakan. "Banyak data, termasuk data dari Badan Pusat Statistik, yang masih kurang akurat." ujarnya.
Pihaknya sedang menyusun pendataan dan pemetaan produksi industri pengolahan dan memetakan produksi perikanan tangkap, budidaya, tambak, dan sebaran produksi. Terkait dengan itu, pihaknya merekrut 8.000 penyuluh sebagai pengawas dan pendamping usaha perikanan. , (LKT)
Sumber : Kompas 11 Januari 2012,hal. 18
Senin, 09 Januari 2012
Peduli Kepulauan Seribu
Peduli Kepulauan Seribu
Dengan luas 661 km persegi, banyak daerah di DKI Jakarta yang layak dikunjungi sebagai tempat berlibur sekaligus menambah pengetahuan. Atiqa Ha-num, merupakan salah seorang warga Jakarta yang lebih memilih menghabiskan waktu liburnya di Kepulauan Seribu ketimbang ke Mal.
"Saya ke mal kalau ada yang mau dicari. Itupun tidak sering, mending liburan," kata warga Jakarta yang tinggal di daerah Puri Kembangan ini.
Anggota Paskibraka Jakarta Barat tahun 2004 ini menuturkan pulau dan pantai-pantai yang terdapat di Kepulauan Seribu mampu bersaing dan menjadi obyek wisata yang bisa diandalkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menarik wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Namun, dikatakan Atiqa hal itu harus dengan bantuan masyarakat untuk merawat dan menanam kembali terumbu karang.
"Terumbu di Kepulauan Seribu sudah banyak yang rusak. Jangan ada lagi yang pakai pukat harimau, biar ikan-ikan disna tetap banyak, dan makin banyak wisatawan yang mau datang. Siapa lagi kalau bukan kita yang rawat," tutur gadis kelahiran Jakarta, 23 Desember 1988 ini.
Backpacker yang mengaku sering mengunjungi Pulau Pramuka, Karya, Tidung, Putri, dan beberapa pulau lainnya ini mengatakan banyak hal yang berbau wisata bahari bisa dilakukan di kawasan Kepulauan Seribu. Snorkling melihat pemandangan bawah laut atau berkeliling pulau, merupakan beberapa wisata bahari yang layak dikunjungi di Kepulauan Seribu. "Ada Taman, Nasio-atau bisa melihat penangkaran penyu dan hiu," tutur Atiqa. [FFS/W-12]
"Saya ke mal kalau ada yang mau dicari. Itupun tidak sering, mending liburan," kata warga Jakarta yang tinggal di daerah Puri Kembangan ini.
Anggota Paskibraka Jakarta Barat tahun 2004 ini menuturkan pulau dan pantai-pantai yang terdapat di Kepulauan Seribu mampu bersaing dan menjadi obyek wisata yang bisa diandalkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menarik wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Namun, dikatakan Atiqa hal itu harus dengan bantuan masyarakat untuk merawat dan menanam kembali terumbu karang.
"Terumbu di Kepulauan Seribu sudah banyak yang rusak. Jangan ada lagi yang pakai pukat harimau, biar ikan-ikan disna tetap banyak, dan makin banyak wisatawan yang mau datang. Siapa lagi kalau bukan kita yang rawat," tutur gadis kelahiran Jakarta, 23 Desember 1988 ini.
Backpacker yang mengaku sering mengunjungi Pulau Pramuka, Karya, Tidung, Putri, dan beberapa pulau lainnya ini mengatakan banyak hal yang berbau wisata bahari bisa dilakukan di kawasan Kepulauan Seribu. Snorkling melihat pemandangan bawah laut atau berkeliling pulau, merupakan beberapa wisata bahari yang layak dikunjungi di Kepulauan Seribu. "Ada Taman, Nasio-atau bisa melihat penangkaran penyu dan hiu," tutur Atiqa. [FFS/W-12]
Sumber : Suara Pembaharuan 08 Januari 2012,hal. 8
Selasa, 03 Januari 2012
Kunci Keberhasilan Budidaya Ikan Hias : Kondisi Larva
Kondisi Larva
Larva yang baru menetas sangat peka terhadap lingkungan seperti suhu, sinar matahari, dan kualitas air. Untuk itu, sebaiknya larva diperlakukan secara hati-hati, terutama saat mengganti air. Penggantian air ini dilakukan setelah larva mulai berenang. jumlah air yang diganti tidak lebih dari separo.
Terutama bila menggunakan obat antijamur saat penetasan, airnya harus secepat mungkin dihilangkan dengan cara setiap hari diganti. Obat antijamur seperti metil biru dalam kadar pekat yang berada dalam air kotor lebih dari seminggu akan bereaksi menjadi komponen kimia berbahaya bagi larva sehingga mempercepat naiknya amonia. Kualitas air ini harus terjaga, terutama suhunya antara 26-29° C yang umum untuk ikan-ikan tropis.
Pakan jangan terlambat diberikan ke larva. Larva yang kurang pakan akan mudah mati. Beberapa jenis ikan yang kanibal malahan dapat saling menggigit bila lapar sehingga cukup banyak larva yang mati. Masa kritis larva biasanya saat akhir metamorfosis atau saat tumbuhnya sirip.
Kolam untuk pemeliharaan larva yang memakai tanaman air biasanya terdapat banyak hama larva seperti kalajengking air dan larva capung. Hama ini senang hidup, tumbuh, dan berkembang di akar tanaman air. Kalau air selalu bersih, hama akan enggan berkembang. Untuk itu, air kolam perlu sesering mungkin diganti.
Penggantian air kolam memerlukan teknik tersendiri agar larva tidak ikut hanyut. Penggantian air dilakukan dengan membuka saluran pembuangan. Di mulut saluran sudah dilengkapi saringan halus.
Bila larva akan dipindahkan, sebaiknya dilakukan 2-3 hari setelah larva mulai berenang dan sudah mulai makan 1-2 hari. Larva yang sudah mulai makan biasanya mulai kuat. Memindahkannya saat pagi hari sebelum pemberian pakan. Pemindahan dilakukan dengan menyerok larva menggunakan mangkok atau sendok besar. Sebaiknya larva tidak dikeluarkan dari air.
sumber : Darti Satyani Lesmana, Iwan Dermawan, Penebar Swadaya, 2006
Larva yang baru menetas sangat peka terhadap lingkungan seperti suhu, sinar matahari, dan kualitas air. Untuk itu, sebaiknya larva diperlakukan secara hati-hati, terutama saat mengganti air. Penggantian air ini dilakukan setelah larva mulai berenang. jumlah air yang diganti tidak lebih dari separo.
Terutama bila menggunakan obat antijamur saat penetasan, airnya harus secepat mungkin dihilangkan dengan cara setiap hari diganti. Obat antijamur seperti metil biru dalam kadar pekat yang berada dalam air kotor lebih dari seminggu akan bereaksi menjadi komponen kimia berbahaya bagi larva sehingga mempercepat naiknya amonia. Kualitas air ini harus terjaga, terutama suhunya antara 26-29° C yang umum untuk ikan-ikan tropis.
Pakan jangan terlambat diberikan ke larva. Larva yang kurang pakan akan mudah mati. Beberapa jenis ikan yang kanibal malahan dapat saling menggigit bila lapar sehingga cukup banyak larva yang mati. Masa kritis larva biasanya saat akhir metamorfosis atau saat tumbuhnya sirip.
Kolam untuk pemeliharaan larva yang memakai tanaman air biasanya terdapat banyak hama larva seperti kalajengking air dan larva capung. Hama ini senang hidup, tumbuh, dan berkembang di akar tanaman air. Kalau air selalu bersih, hama akan enggan berkembang. Untuk itu, air kolam perlu sesering mungkin diganti.
Penggantian air kolam memerlukan teknik tersendiri agar larva tidak ikut hanyut. Penggantian air dilakukan dengan membuka saluran pembuangan. Di mulut saluran sudah dilengkapi saringan halus.
Bila larva akan dipindahkan, sebaiknya dilakukan 2-3 hari setelah larva mulai berenang dan sudah mulai makan 1-2 hari. Larva yang sudah mulai makan biasanya mulai kuat. Memindahkannya saat pagi hari sebelum pemberian pakan. Pemindahan dilakukan dengan menyerok larva menggunakan mangkok atau sendok besar. Sebaiknya larva tidak dikeluarkan dari air.
sumber : Darti Satyani Lesmana, Iwan Dermawan, Penebar Swadaya, 2006
Senin, 02 Januari 2012
Betta fish can prevent dengue fever
Betta fish can prevent dengue fever
Dengue fever caused by mosquitoes, can be prevented by way betta fish betta fish isavailable in bottles we input into the tub.
in the bath betta fish will eat mosquito larva. then after 2-3 days betta fish is removed andinserted back into the bottle. then inserted back into the bathtub and so on.
this is an effective way to combat / prevent dengue fever. when compared with thefumigation may only kill the mosquitoes alone but eggs and larvae of mosquitoes in the water does not come off
Dengue fever caused by mosquitoes, can be prevented by way betta fish betta fish isavailable in bottles we input into the tub.
in the bath betta fish will eat mosquito larva. then after 2-3 days betta fish is removed andinserted back into the bottle. then inserted back into the bathtub and so on.
this is an effective way to combat / prevent dengue fever. when compared with thefumigation may only kill the mosquitoes alone but eggs and larvae of mosquitoes in the water does not come off
Minggu, 01 Januari 2012
Lowongan Kerja Penerimaan Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK)
PENGUMUMAN
Nomor :B. 557/BPSDMKP.04/TU.210/XII/2011
TENTANG
PENERIMAAN PENYULUH PERIKANAN TENAGA KONTRAK (PPTK)
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
PUSAT PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TAHUN 2012
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Menjadikan Indonesia Sebagai Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar Tahun 2015, serta menyejahterakan Kehidupan Nelayan diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara efisien dan berkesinambungan demi kesejahteraan bangsa Indonesia. Sumber daya manusia yang handal dan profesional merupakan modal dasar bagi pembangunan kelautan dan perikanan.
Selain mewujudkan visi dan misi KKP, Pusat Penyuluhan KP, BPSDM KP juga memiliki rencana strategis (Renstra), yaitu: Seluruh kawasan potensi perikanan menjadi kawasan MINAPOLITAN dengan usaha yang bankable menuju industrialisasi perikanan nasional. Dalam kerangka mewujudkan sasaran strategis dimaksud, maka ditetapkan dua indikator kinerja Pusat Penyuluhan KP, yaitu:
(1) peningkatan persentase kelompok dengan usaha mandiri setelah mendapatkan pendampingan PPTK;
(2) peningkatan persentase materi penyuluhan menjangkau kawasan minapolitan oleh PPTK
Perwujudan kedua indikator ini di lapangan, memang bukan hal yang mudah; karena itulah Pusat Penyuluhan KP akan menyinergikan seluruh daya dan dana yang tersedia; guna percepatan perwujudannya. Sehubungan dengan beberapa hal tersebut di atas; maka perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Penerimaan Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak tahun 2012 dengan penajaman persyaratan, sehingga memberi keyakinan bahwa PPTK tahun 2012 yang memenuhi persyaratan akan menjadi dinamisator dan penggerak utama yang mampu membantu Eselon I lingkup KKP dalam mencapai target kinerja.
Pada tataran penjabaran target keberhasilan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang mencantumkan angka peningkatan produksi perikanan budidaya sebesar 353%; perikanan tangkap sebesar 6 % dan peningkatan sektor lainnya, maka tidak ada jalan lain, kecuali menggerakkan seluruh potensi sumber daya manusia kelautan dan perikanan secara massif dengan kebersamaan dan penyatuan persepsi. Upaya penyatuan langkah di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana dimaksud merupakan implementasi dari sistem penyuluhan perikanan.
Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2012 harus memenuhi persyaratan dan mengirimkan surat lamaran sesuai dengan petunjuk teknis tentang Penerimaan Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2012 (terlampir) dan paling lambat sudah diterima oleh panitia di Pusat Penyuluhan KP tanggal 6 Januari 2012 baik melalui pos (Kepala Pusat Penyuluhan KP BPSDMKP, Gedung Mina Bahari III Lt. 6 , Jl. Medan Merdeka Timur No 16 Gambir Jakarta Pusat 10110) ataupun email (rekrutpptkpusluhkp@gmail.com).
Jakarta, Desember 2011
Pusat Penyuluhan KP
sumber :http://www.kkp.go.id
Langganan:
Postingan (Atom)