Jumat, 16 Desember 2011

ANALISIS PAKAN. Analisis Protein

2. Analisis Protein
a. Analisis Kuantitatif
- Cara Kjeldahl
Cara ini digunakan untuk menganalisis kadar protein kasar dalam bahan pakan secara tidak langsung, yaitu mengalikan hasil analisis dengan angka konversi 6,25 akan diperoleh nilai protein dalam bahan pakan. Angka 6,25 berasal dari konversi serum albumin yang biasanya mengandung 16 % nitrogen. Prinsip cara analisis Kjeldahl adalah sebagai berikut: mula-mula bahan didektrusi dengan asam sulfat pekat menggunakan katalis selenium oksikhlorida atau butiran Zn. Amonia yang terjadi ditampung dan dititrasi dengan bantuan indikator. Cara Kjeldahl umumnya dapat dibedakan atas dua cara yaitu cara makro dan semi makro. Cara makro Kjeldahl digunakan untuk contoh yang sukar dihomogenisasi dan besar contoh 1 - 3 gr, sedangkan semi makro Kjeldahl dirancang untuk contoh ukuran kecil yaitu kurang dari 300 mg dari bahan yang homogen. Cara analisis tersebut akan berhasil baik dengan asumsi nitrogen dalam bentuk ikatan N - N dan N - O dalam sampel tidak terdapat dalam jumlah yang besar.

- Cara Dumas
Prinsip cara ini ialah bahan pakan contoh dibakar dalam atmosfir CO2, dan dalam lingkungan yang mengandung cupri oksida. Semua atom karbon dan hidrogen akan diubah menjadi CO2 dan uap air, semua gas dialirkan ke dalam larutan NaOH dan dilakukan pengeringan gas. Semua gas terabsorpsi kecuali gas nitrogen, gas ini kemudian dianalisis dan diukur.

b. Analisis Kualitatif
Analisis ini dapat dilakukan secara biologis maupun kimia.

- Cara biologis :
Dilakukan dengan menggunakan hewan percobaan. Beberapa pengujian yang biasa dikerjakan dengan menggunakan cara ini yaitu :
- PER (Protein Efficiency Ratio)
- NPU (Net Protein Utilization)
- N Dp Cal (Net Dietary Protein Calories)

Nilai Biologis :
Nilai biologis merupakan harga atau jumlah fraksi nitrogen yang masuk ke dalam tubuh dan dimanfaatkan dalam proses pertumbuhan.

Daya Cerna :
Daya cerna adalah jumlah fraksi nitrogen dari bahan pakan yang dapat diserap untuk pertumbuhan.
Keseimbangan Nitrogen :
Adalah suatu analisis yang sering dilakukan untuk mengetahui keseimbangan nitrogen yang masuk dan nitrogen yang keluar dari tubuh.

Skor Asam Amino (Amino Acid Score) :
Mutu protein dapat diukur dengan menentukan jumlah asam amino pembatas dan membandingkannya dengan asam amino sejenis. Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu :
- Cara kromatografi kolom
- Cara HPLC (High Performance Liquid Chromatography)
- Cara Mikrobiologis
- Cara Spektrofotometrik
- Cara Kromatografi pertukaran ion
- Cara Kromatografi gas-cairan
- Cara Kromatografi lapisan tipis (TLC)

sumber : Ir. Sri Umiyati Sumeru
Dra. Suzy Anna

ANALISIS PAKAN UDANG analisis kimia karbohidrat

ANALISIS PAKAN

Ada beberapa aspek yang dapat digunakan untuk analisis pakan udang, yaitu : secara Kimia, Fisika dan Biologi.

A. ANALISIS KIMIA
1. Analisis Karbohidrat
Analisis karbohidrat dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, yaitu berdasarkan sifat-sifat sakarida dan reaksi kimia yang spesifik.

a. Analisis Kualitatif
Karbohidrat biladireaksikan denganlarutan naftol dalam alkohol, kemudian ditambahkan H2SO4 pekat secara hati-hati, pada batas cairannya akan terbentuk furfural berwama ungu. Reaksi ini dikenal dengan reaksi Molisch yang merupakan reaksi umum dari karbohidrat.
Beberapa cara yang lain untuk analisis karbohidrat adalah dengan berbagai macam pengujian, seperti :

- Uji Antron
0,2 ml larutan contoh di dalam tabung reaksi ditambahkan larutan antron (0,2 % dalam H2SO4 pekat). Timbulnya wama hijau atau hijau kebiru-biruan menandakan adanya karbohidrat dalam larutan contoh. Uji ini sangat sensitif sehingga dapat memberikan hasil positifjika dilakukan pada kertas saring yang mengandung selulosa. Uji ini dikembangkan untuk uji kuantitatif secara colorimetric bagi glkogen, inulin dan gula dalam darah.

- Uji Bartoed
Pereaksinya terdiri dari Cupri asetat dan asam asetat. Ke dalam 5 ml pereaksi dalam tabung reaksi ditambahkan 1 ml contoh kemudian tabung reaksi ditempatkan dalam air mendidih selama 1 menit Endapan berwarna merah oranye menunjukkan adanya monosakharida dalam contoh.

- Benedict
Pereaksinya terdiri atas Cuprisulfat, natrium sitrat dan natrium karbonat. Ke dalam 5 ml pereaksi dalam tabung reaksi ditambahkan 8 tetes larutan contoh, kemudian tabung reaksi ditempatkan dalam air mendidih selama 5 menit. Timbulnya endapan wama hijau kuning atau merah oranye menunjukkan adanya gula pereduksi dalam contoh.


- Uji Orsinol Bial – HCl
Ke dalam 5 ml pereaksi ditambahkan 2 - 3 ml larutan contoh kemudian dipanaskan sampai timbul gelembung-gelembung gas ke permukaan larutan. Timbulnya endapan dan larutan berwarna hijau menandakan adanya pentosa dalam contoh.

- Uji Hayati
Pereaksinya terdiri dari garam Rochelle atau kalium natrium tartrat, gliserol dan cuprisulfat. Uji dan tanda-tanda dilakukan sama seperti uji benedict.

- Uji lodium
Larutan contoh diasamkan dengan HCl. Sementara itu dibuat larutan lodium dalam larutan KI. Larutan contoh sebanyak 1 tetes ditambahkan ke dalam larutan lodium. Timbulnya wama biru menunjukkan adanya pati dalam contoh. sedangkan wama merah menunjukkan adanya glikogen atau eritrodekstrin.

- Uji Seliwanoff
Pereaksi dibuat sebelum uji dimulai, dengan mencarnryrkan 3,5 ml resorsinol 0,5 % dengan 12 ml HCl pekat, kemudian diericerkan. Menjadi 35 ml dengan air suling uji, dilakukan dengan menambahkan 1 ml larutan contoh ke dalam 5 ml pereaksi. Kemudian ditempatkan dalam air mendidih selama 10 menit. Wama merah cherry menunjukkan adanya fruktosa dalam contoh.

- Uji Tauber
Sebanyak dua tetes larutan contoh, ditambahkan ke dalam 1 ml larutan benzidina, didihkan dan dinginkan cepat-cepat. Timbulnya warna ungu menunjukkan adanya pentosa dalam contoh.

b. Analisis Kuantitatif
Analisis ini menggunakan polarimeter, yaitu dengan memasukkan larutan gula ke dalam tabung polariskop yang tertentu panjangnya, kemudian dilihat sudut putarannya. Hal ini dilakukan karena karbohidrat mempunyai sifat dapat memutarbidang cahaya terpolarisasi ke kanan (+) dan ke kin (-) dan setiap gula mempunyaisudut putaran khas yang berbeda-beda. Misalnya sukrosa + 66,6 % dan glukosa + 90 %. Sifat inilah yang digunakan untuk analisis kuantitatif.

sumber : Ir. Sri Umiyati Sumeru
Dra. Suzy Anna

Kamis, 15 Desember 2011

Maksimalkan Kekayaan Laut

Maksimalkan Kekayaan Laut INDONESIA tak ubahnya perempuan cantik yang sibuk bersolek dan bepergian, sementara rumah dan keluarganya tidak terurus. Dalam kepemimpinan beberapa presiden hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat Ini. Indonesia boleh bangga dengan keberhasilan menggelar berbagai event, seperti KTT ASEAN Plus dan lainnya, di samping kesibukan Presiden dan jajarannya bepergian ke luar negeri guna memenuhi undangan Tetapi kondisi di dalam negeri sendiri karut-marut Terkait dengan Hari Nusantara 2011 yang diperingati setiap tanggal 13 Desember, termasuk Selasa (13/12) lalu misalnya, banyak di antara kita tersadar betapa laut luas yang dimiliki dari dulu hingga kini tidak pernah dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Nusantara 2011, di Dumai, Riau, Selasa lalu, mengimpikan kebangkitan Indonesia sebagai negara maritim. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dalam sambutan tertulisnya pada acara sama, malah merasa perlu mengingatkan bangsa, tentunya terutama aparat keamanan, untuk tidak membiarkan bangsa lain menguasai dan menikmati kekayaan laut Nusantara. Apa yang dikatakan Cicip dan Purnomo sangat beralasan, sebab laut kita mengandung kekayaan tak terhingga Bukan hanya ikan, minyak bumi, tapi ]uga keindahan pantai/laut-an yang laku dijual sebagai tujuan wisata. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, di mana 70 persen wilayahnya terdiri dari laut/perairan. adalah aneh jika Indonesia mengimpor ikan dan garam. Itu bukan saja dapat dikatakan penghinaan.karena seharusnya negeri Ini memiliki hasil ikan dan garam melimpah.tetapi juga membunuh para petani/nelayan yang masih tradisional. Karena itu. apa yang disuarakan dua menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu tentang laut Indonesia, seharusnya ditindaklanjuti. Pemerintah, dari Presiden hingga pelaksana di lapangan, harus mendukung penuh dan serius memaksimalkan hasil laut Kekayaan laut Indonesia yang melimpah tak boleh disia-siakan. Manfaatkanlah untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. Beberapa tahun terakhir Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memperlihatkan tekad mengerahkan seluruh kemampuan agar hasil laut Indonesia benar-benar menguntungkan rakyat Tidak hanya mengondisikan agar petani/nelayan memaksimalkan upaya agar bisa memanfaatkan kekayaan laut, tetapi kementerian itu juga berupaya menangkal agar laut Indonesia tidak dijarah asing Tapi, siapa pun tentu maklum, apa yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak akan maksimal tanpa dukungan, terutama dari segi keamanan. Kita juga maklum, apa yang dapat dilakukan TNI-AL yang diharapkan melakukan pengamanan secara total jika peralatan/senjata tak memadai. Presiden SBY sepantasnya memberikan perhatian khusus terhadap kekayaan laut, melebihi pendahulunya. Dalam kondisi daratan yang boleh dibilang sudah terkuras, termasuk hutan-hutan yang gundul akibat pembabatan hutan, laut adalah harapan paling menjanjikan Ketika pengangguran masih tinggi, kemampuan ekonomi rakyat miskin tidak kunjung berhasil diperbaiki, sangat tepat pemerintah mengalihkan pandangan kepada sumber lain. Bangkitkanlah kejayaan yang pernah diraih nenek moyang negeri ini, menjadikan laut sebagai ladang utama. Ubahlah cara pandang, dari orientasi daratan ke lautan Jangan biarkan kekayaan laut kita terus-menerus dijarah bangsa lain, pada saat sebagian rakyat dilmpit kemiskinan " Sumber : Suara Karya 15 Desember 2011,hal. 11

Kamis, 08 Desember 2011

TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN PATIN SIAM

TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN PATIN SIAM (Pangasionodon hypopthalmus) Disusun oleh : H. Dodi Sudenda (Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat) Ikan patin siam merupakan jenis ikan yang memiliki kemampuan produktivitas tinggi, sehingga tepat untuk memenuhi kebutuhan protein ikan bagi masyarakat. JENIS IKAN PATIN a. Patin Jambal Patin lokal yang banyak ditemukan di sungai-sungai besar di Indonesia. Struktur daging lebih kompak,warna daging putih, rasa lebih gurih. Jumlah telur rendah. Hidup di air dengan kadar oksigen tinggi. b. Patin Siam Berasal dari Thailand, warna daging putih kekuningan. Jumlah telur tinggi. Dapat hidup di air dengan kadar oksigen rendah. c. Patin Pasupati Hasil kawin silang antara induk betina patin siam dengan induk jantan patin Jambal. Warna daging putih. Hidup di air dengan kadar oksigen tinggi. Tidak tahan terhadap serangan penyakit. BEBERAPA KEUNGGULAN PATIN SIAM 1. Dapat dipelihara di lahan dan air yang terbatas 2. Dapat dipelihara dengan kepadatan tinggi 3. Teknologi budidaya relatif mudah 4. Dapat memanfaatkan pakan alternatif (sisa katering, ikan rucah, dll). 5. Kelangsungan hidup tinggi 6. Produktivitas tinggi, cocok untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi manusia. 7. Pasar lokal dan ekspor. SEGMEN USAHA IKAN PATIN 1. Usaha produksi larva patin 2. Usaha produksi benih ukuran 1 inchi 3. Usaha produksi benih ukuran 2 inchi dan 3 inchi 4. Usaha pembesaran, produksi ukuran 0,5 -1 kg/ekor. TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH 1. Mengatur pola produksi sepanjang tahun: Penetasan telur sistem corong, Kolam induk memadai (luas rata-rata : 100 m2, jumlah 7-10 buah, kedalaman air minimal 100 cm, mengalir secara kontinyu. Induk memadai, kualitas/kuantitas. Pakan induk berkualitas. 2. Teknik produksi larva : a. Memilih induk : Induk dimasukkan ke kolam induk yang telah dipersiapkan, padat tebar 2-2,5 m2/ekor. Ciri/syarat Induk jantan : Bila perut diurut keluar sperma, umur minimal 1,5 tahun. Berat > 2 kg/ekor , sehat dan tidak cacat. Ciri/syarat induk betina : Perut membesar ke arah anus Umur minimal 2,5 tahun Berat > 3kg/ekor Sehat dan tidak cacat Pemijahan dengan cara kawin suntik dan pembuahan buatan. Memilih induk matang gonad, untuk seekor induk betina diperlukan 2 ekor induk jantan. b. Striping dan Pembuahan Buatan - Striping induk betina, telur ditampung dalam wadah baskom. - Campurkan sperma ke dalam baskom dengan cara mengurut bagian perut induk jantan. - Tambahkan juga larutan NaCl sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan menggunakan bulu ayam sampai sperma bercampur dengan seluruh butir telur. - Bisa juga sperma dipersiapkan 0,5 - 1 jam sebelumnya, 1 cc sperma dicampur dengan 4 cc NaCl dalam botol aqua kecil, disimpan dengan termos es. Setelah telur tersedia dalam baskom, larutan sperma dicampurkan sedikit demi sedikit, dan diaduk dengan bulu ayam. - Setelah telur dibuahi kemudian telur dibilas dengan air bersih dengan tujuan untuk menghilangkan lendir. - Kemudian telur dicampur dengan larutan tanah/lempung yang sudah disterilkan dengan perbandingan 1 kg tanah : 2 liter air. - Telur dibilas dengan air bersih sampai telur benar-benar bersih seperti semula. - Telur patin telah siap untuk ditetaskan. - Semua wadah di unit penetasan diisi penuh air bersih. - Telur yang telah dibuahi dimasukan ke dalam corong. - Padat penebaran +- 300 gr/corong. - Telur akan menetas setelah 18-24 jam. - Larva dipanen dengan menggunakan sair, ditampung dalam wadah penampungan yang dilengkapi aerasi. c. Panen Larva - Daya tetas telur 70-90 % - Produksi 200.00- 300.000 ekor/3 kg induk. - Pengepakan untuk pengangkutan menggunakan kantong plastik ukuran 60x40 cm dengan kepadatan 20.000 ekor/kantong (tahan 8 jam dalam kantong) - Harga jual Rp. 6-8 /ekor. d. Pemanenan Hasil - Setelah lama pemeliharaan 22-30 hari benih dipanen - Ukuran benih rata-rata 1 inchi - Jumlah produki rata-rata mencapai 120.000 ekor/unit pendederan - Pengepakan untuk pengangkutan mranenggunakan kantong plastik ukuran 60 x 4 cm, kepadatan 1.000 ekor/kantong, bisa tahan 8 jam. - Harga jual Rp. 75-80 per ekor. TEKNIK PRODUKSI BENIH 2 INCHI a. Tempat Pemeliharaan : - Bak tembok ukuran 3,75 x 1,8 x 0,75 m, 2 buah /unit. - Dilengkapi unit bak filter 4 buah masing-masing ukuran 0,4x0,4x 0,75 m. - Peralatan filter kerikil, arang, busa - Pompa isap celup 100 watt sebanyak 1 buah. - Waring ukuran 3,75 x 1,8 x 0,7 m sebanyak 2 buah. - Sumber air dalam tanah, jet pump 1 buah. b. Penebaran Benih - Bak diisi air bersih setinggi 65 cm - Benih ukuran 1 inchi ditebar sebanyak 25.00 ekor/bak.

Senin, 05 Desember 2011

Peluang Usaha Pembenihan di Buleleng

Peluang Usaha Pembenihan di Buleleng Berkembangnya perikanan budidaya di kabupaten buleleng di segala jenis budidaya, mulai budidaya air tawar, payau dan budidaya laut membuat berkembang pula unit-unit usaha pendukungnya. Salah satunya adalah usaha pembenihan yang dapat dilakukan dengan skala rumah tangga terutama untuk komoditas yang mudah untuk dilakukan pembenihan. Salah satu syarat keberhasilan dalam melakukan kegiatan budidaya ikan adalah tersedianya benih yang cukup dan berkualitas. Berhasil atau tidaknya proses budidaya dimulai dari pemilihan benih. Benih yang berkualitas akan menyebabkan proses budidaya berjalan mudah dan menghasilkan bagi pembudidayanya. Begitu pun sebaliknya benih yang jelek akan membuat rugi pembudidaya karena benih yang jelek akan menyebabkan proses pembudidayaannya jadi tidak sesuai harapan. Bisa saja proses pembesaran menjadi lama karena benihnya tidak dapat berkembang walaupun telah diberikan pakan yang berkualitas atau benih yang rentan terhadap penyakit. Oleh karenanya keberhasilan dalam proses budidaya ikan bermula dari pemilihan benih yang cukup dan berkualitas. Perikanan budidaya Buleleng telah lama berkembang tidak hanya budidaya laut dan budidaya air payau namun juga terdapat pula budidaya air tawarnya. Beberapa pembudidaya masih mengandalkan benih yang berasal dari luar daerah karena tidak tersedianya benih dalam jumlah yang cukup dan berkualitas sehingga sebenarnya usaha pembenihan di Buleleng sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi kini para pembudidaya-pembudidaya baru banyak bermunculan di daerah Buleleng dan juga sejalan dengan program Dinas Kelautan dan Perikanan Buleleng yang teus membuat terobosan dalam memajukan perikanan budidaya di daerahnya. Berikut ini beberapa usaha pembenihan yang potensial dan beberapa sudah berjalan, yakni sebagai berikut : a. Pembenihan bandeng Bandeng adalah komoditas budidaya andalan kabupaten Buleleng. Produksinya pada tahun 2010 mencapai 15 ton dan pada tahun ini produksi ikan bandeng diperkirakan akan naik dibandingkan tahun sebelumnnya. Prospek pengembangan budidaya ikan bandeng cukup bagus. Hal ini terlihat dari peningkatan produksi ikan bandeng beberapa tahun belakangan ini. Prospek cerah budidaya ikan bandeng tentu harus diimbangi dengan sarana produksi. Salah satunya adalah benih sebagai bahan dasar dalam proses budidaya. Dengan semakin meningkatnya produksi ikan bandeng tentu semakin menambah akan kebutuhan benih bandeng. Pembenihan Bandeng, saat ini sangat berkembang di kabupaten ini terutama di lingkungan Kecamatan Gerokgak yang terdapat sentra budidaya bandeng. Di kecamatan ini terdapat jumlah Hatchery Lengkap (HL) sebanyak 52 unit dan jumlah Bak Induk sebanyak 152 bak dan jumlah Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) sebanyak 1.800 unit, jumlah bak larva hatchery lengkap dan hatchery skala rumah tangga sebanyak 4005 bak. Bak larva Produksi nener pada tahun 2008 yang telah lewat mencapai sebesar 1.985.125.000. b. Pembenihan ikan kerapu Buleleng adalah sentranya budidaya ikan kerapu. Sebagian besar produksi kerapu Bali berasal dari kabupaten ini. Produksi ikan kerapu Buleleng pada tahun 2010 sebesar 60 ton. Diperkirakan produksi ikan kerapu pada tahun ini akan meningkat. Hal ini tergambar dari angka sementara perikanan budidaya Buleleng yang telah mencapai produksi sebesar 124 ton. Dengan semakin banyak kegiatan budidaya ikan kerapu ini tentu membutuhkan benih yang lebih banyak lagi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Prospek cerah budidaya ikan kerapu tentu berimbas pada usaha pembenihan kerapu. Dengan semakin banyaknya produksi ikan kerapu menyebabkan kebutuhan akan benih berkualitas dalam jumlah yang cukup. Sentra produksi ikan kerapu terletak di kecamatan Gerokgah sehingga prospek usaha pembenihan kerapu cukup potensial di Gerokgah ini. Dilaporkan bahwa produksinya cukup besar yakni sebesar 326.000 ekor. b. Pembenihan Udang Vaname Pada dasarnya Buleleng juga dapat mengusahakan budidaya udang windu namun beberapa belakangan ini produksi udang windu semakin menurun. Bahkan dilaporkan pada tahun ini budidaua udang windu sudah tidak ada lagi. Berbeda dengan udang windu udang vaname cukup prospektif untuk dikkembangkan. Potensi pembenihan udang vaname sangat terbuka. Apalagi buleleng termasuk sentranya budidaya udang vaname. Dengan banyaknya unit pembesaran udang vaname tentu membuka peluang usaha pembenihannya. Karena pembesaran memerlukan benih sebagai modal dasarnya. Benih udang vaname saat ini banyak dipasok dari provinsi Jawa Timur karena ketiadaan benih dalam jumlah cukup dan berkualitas di Kabupaten Buleleng ini yang sebenarnya berpotensi untuk pengembangan pembenihan udang vaname. Potensi pengembangan pembenihan udang vaname sebesar 130 Ha, namun baru dimanfaatkan seluas 74,3 Ha (57,15 %). Peluang investasi sebesar 55,7 Ha (42,8 %). Pengusaha udang vaname sebagian besar tersebar di wilayah Kecamatan Gerokgah karenanya Gerokgah sangat potensial untuk pengembangan pembenihan udang vaname. c. Pembenihan Udang Galah Potensi produksi udang galah 10 unit tetapi baru ada 1 buah BBI Udang Galah yang sifatnya masih uji coba yang terletak di BBI Ringdikit Desa Ringdikit, Kecamatan Busungbiu. Keadaan ini tentu membuka peluang usaha pembenihan udang galah. Apalagi udang galah termasuk salah komoditas air tawar yang telah berkembang lama dan berhasil di kabupaten Buleleng ini. Produksi udang galah Buleleng pada tahun 2010 sebesar 4,2 ton. Dengan potensi budidaya kolam yang masih terbuka lebar sebenarnya usaha budidaya udang galah masih sangat mungkin untuk dikembangkan sehingga usaha pembenihan juga masih sangat mungkin berkembang. Apalagi udang galah termasuk salah satu kegemaran penduduk buleleng dan para wisatawan. d. Pembenihan Ikan Hias Potensi pengembangan ikan hias budidaya sangat potensial. Ikan hias kabupaten memang pada saat ini lebih didominasi dari hasil tangkapan di alam. Saat ini, ikan hias budidaya yang berkembang adalah ikan hias jenis Koi. Koi pada tahun ini sementara telah diproduksi sebanyak 3.500.000 ekor. Potensi ikan hias Buleleng sebesar 27, 32 Ha, dan baru dimanfaatkan 5 Ha (5,5%). Wilayah produksi untuk pembenihan ikan hias air tawar adalah Kecamatan Seririt, Sukasada, dan Busungbiu. e. BBI / UPR (Unit Pembenihan Rakyat) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buleleng mempunyai 1 unit Pembenihan Ikan Air Tawar yang berada di Desa Ringdikit Kecamatan Seririt dengan luas total sebesar 0,83 Ha dan luas airnya sebesar 0,63 Ha dengan kapasitas produksi sebesar 1.200.000 ekor. Komoditas yang telah berhasil dibenihkan di Balai Benih Ikan ini yaitu nila, lele, dan ikan mas. Tidak hanya membenihkan ikan air tawar konsumsi di Balai Benih Ikan ini pula dikembangkan pembenihan ikan hias komet dan koi. Total produksi benih pada tahun 2010 sebesar 1.872.800 ekor dengan perincian yakni ikan mas sebesar 5.245.293 ekor, ikan nila sebesar 4.618.990 ekor, ikan lele sebesar 313.152 ekor, ikan komet sebesar 130 ekor dan ikan koi sebesar 20.225 ekor. Produksi pada tahun 2010 ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2009, total produksi benih BBI sebesar 10.197.790 ekor dengan perincian yakni ikan mas sebesar 963.286 ekor, ikan nila sebesar 848.267, ikan lele sebesar 57.510 ekor, ikan komet sebesar 25 ekor dan ikan koi sebesar 3.712 ekor. Melihat gambaran antara produksi tahun 2009 dan 2010 maka tergambar bahwa turunnya produksi benih pada tahun 2010 diikuti dengan menurunnya semua komoditas yang selama ini diproduksi di BBI ini. Penurunan yang dialami semua komoditas yang dipijahkan di BBI ini. Turunnya produksi benih di BBI ini akibat sedang renovasinya kolam sehingga beberapa kolam tidak bisa diisi dengan benih. Akibat dari hal ini adalah berkurang panen. Unit Pembenihan Rakyat di Buleleng belum begitu berkembang. Hal ini disebabkan karena perkembangan budidaya air tawar di Buleleng yang belum begitu bagus sehingga UPR yang ada sangat sedikit. Saat ini jumlah UPR yang terdapat di kabupaten Buleleng sebanyak 6 unit dengan produksi sebanyak 591.500 ekor. Tergambar jelas bahwa usaha budidaya pembenihan sangat potensial di kabupaten Buleleng ini. Apalagi saat ini kebijakan DKP Buleleng yang akan menggalakkan budidaya ikan lele. Pada tahun ini saja, angka sementara produksi ikan lele produksi meningkat sangat besar dibandingkan tahun sebelumnya. Berkembangnya budidaya ikan lele di daerah ini memberikan harapan akan terbukanya lapangan usaha baru berupa usaha pembenihan ikan lele. Saat ini, benih lele yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kegiatan budidaya ikan lele. Pasokan benih ikan lele saat ini lebih banyak berasal dari Balai Benih Ikan Ringdikit dan sebagian berasal dari luar kabupaten Buleleng. sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

Minggu, 04 Desember 2011

Pemerintah Segera Izinkan Impor Ikan

Pemerintah Segera Izinkan Impor Ikan BATANG. Jawa Tengah Pemerintah akan mengizinkan impor ikan untuk menyelamatkan industri pengolahan ikan pindang yang kekurangan bahan baku. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo mengatakan industri pengolahan ikan pindang saat ini hanya beroperasi 30%-35% dari kapasitasnya karena kekurangan bahan baku. Potensi lokal banan baku ikan ada, tetapi di Indonesia bagian timur, untuk biaya transportasi cukup tinggi sedangkan industri pengolahan ikan pindang berada di Jawa dan Sumatra, dari segi waktu juga terlalu lama. "Impor menjadi salah satu opsi, tetapi tentu kami lebih mengutamakan potensi lokal," ujarnya seusai acara penyerahan bantuan kapal 30 GT di Jawa Tengah, kemarin. Sharif memaparkan kondisi pengolahan ikan pindang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kapasitas olahannya, perlu ada jaminan pasokan bahan baku. Saat ini ada 65.000 industri pengolahan ikan pindang di Sumatra dan Jawa. Selain persoalan bahan baku industri pengolahan ikan pindang, para pembudi daya ikan juga menghadapi persoalan harga pakan yang cukup tinggi. Karena itu pula Menteri KP mengimbau produsen pakan ikan dapat menurunkan harga pakan agar tidak jauh berbeda dengan harga pakan yang di luar negeri. "Jika industri pakan ternak tidak mau menurunkan harga, sedangkan harga pakan ternak di luar negeri lebih murah, maka perlu impor agar harga pakan ikan turun." Namun, para pelaku usaha pakan, katanya, memiliki berbagai alasan harga pakan ikan tinggi. "Kalau saya dapat harga pakan ikan lebih murah, saya akan impor pakan ikan, tetapi kalau kalian pengusaha pakan bisa menurunkan harga maka tidak perlu impor. "Sharif menjelaskan harga pakan ikan dapat diturunkan kualitasnya sedikit agar harga bisa lebih rendah, tetapi masih sesuai dengan kebutuhan para pembudidaya ikan. "Hal itu masih dapat dilakukan oleh industri pakan ikan. Kementerian KP berjanji akan menyelaraskan kepentingan daerah dan industriawan untuk menyelesaikan persoalan pakan ikan tersebut. "Ini menjadi tugas kami untuk mencocokkan kepentingan daerah dengan kepentingan industriawan, sehingga muncul benefit dan dapat membantu nelayan." Benahi pelabuhan Di sisi lain, pihaknya akan memperbanyak bantuan di pelabuhan ikan serta kawasan minapolitan berupa pengadaan cold storage. Sharif mengakui telah mendapatkan satu prinsip dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan ke depan yaitu bagaimana lebih memberdayakan nelayan dengan cara industrialisasi oleh para usahawan perikanan. "Industrialisasi penting terutama bagian hilir di mana para pembudi daya dari hulu sampai hilir menjadi mata rantai solid sehingga ke depan dua hal ini akan saling memenuhi kebutuhannya." Menurutnya, nelayan bukan lagi sebagai objek, tetapi subjek yang menjadi partner dari industriawan. "Pembudi daya ikan pindang, 6.000 di Sumatra dan Jawa yang kesulitan, karena kapasitas produksi tidak terpenuhi, kalau industri kecil ini dapat diberdayakan, akan menjadi pasar tetap bagi nelayan." Sharif mencontohkan industri rumput laut di Indonesia belum siap, sehingga para pembudi daya komoditas itu kesulitan pasar. Apalagi, selama ini hanya menggantungkan pada ekspor sedangkan dunia tidak membutuhkan rumput laut terlalu banyak. Di sisi lain, pemerintah memiliki program untuk membesarkan rumput laut. Sumber: BisnisIndonesia,2Desember2011, Hal.12

Sabtu, 03 Desember 2011

Lift Eel Rice to International Markets

Lift Eel Rice to International Markets Hj Komalasari nothing more than an ordinary housewife like many other married women. But thanks to his diligence, of Kampung Monument, Sand Village bar. Sukabumi subdistrict, is able to change eels originating from fields into an international business opportunities. What made you interested in doing business eel? Where did the initial idea to make processed eels? All of this is actually the fruit of my activity field. that is actively following the empowerment and welfare of the family (PKK) and posyandu in his neighborhood in 1980. You know what kind of PKK activity. Cooking or making handicrafts that are expected to increase welfare. Like me, many diets are studied together. In a way, I think to make a concerted effort to harness the potential that exists in the village. The original idea is very simple, the village at that time most of the monument in the form of rice. Surely in the rice field eel is easy to find. From there I try to process a trade or business eel PKK. As a first step, I just have a capital of USD 15,000. Amount of money I use to buy eels from the farmers. At that time the purchase price is still very cheap, around Rp3.000/kg. This is the first step that made me like this. People say now I am a successful person. What was first processed products made and traded? I still remember, cooking skills possessed not too great and varied. Therefore, I try to cultivate eels become jerky. In addition, jerky processing is relatively easy and not too complicated mix bumbunya.Tenaga involved in the business of making jerky is only 10 people, all of which are PKK cadres and posyandu. In addition to the cooking equipment is still very simple, such as kerosene stoves and knives. Anyway, all kitchen appliances in the house I used to make processed eels. What kind of marketing? Since the beginning this is only a concerted effort, which produces packaging products is still very crude, that is packaged with a plastic eel jerky a paper given to naming the product. Naming the product listed on the packaging is also tailored to the name of the PKK and posyandu, the Flamboyant. In the era of the 1980s, naming posyandu or PKK usually taken from the name of the flower. Along with my business trip, now Flamboyant name became the name of a company that I founded. If it's marketing methods, I took the pattern of-mouth marketing and cross PKK.Temyata posyandu and this is a considerable market share can be relied upon. The proof of the number of products each day continues to increase so marketing developed into the stalls and shops. There was an interesting experience when considering how to market my eels processed ini.Tidak little shopkeepers, especially from ethnic, reject the results of my product. The reason is merchandise that will be my very menjijikkan.Diakui.dulu Leave it, people are still very rarely eat eels because this animal is not always grow in the ground rice which sounded very dirty and smelly. But I made this rejection as a challenge. I kept offering it to the store owners would receive my deposit merchandise. Eh, who would have thought, the result is proved produkbelut processed a lot of interest in. Conditions are so changed, the original owner of the store refused my product, but now they are borrowing my ta for supplying eels processed in large quantities. Have you ever met this problem when starting a business? Sure saja.Tidak business will run smoothly forever. The main obstacle in this business is limited capital. Several times I had to stop and start the business again this eel. Demand is very high, but I can not fulfill it because there is very little capital. As a small businessman, I certainly can not stand alone. The role of government was not optimal, especially for entrepreneurs eel. Sektorini still considered small. Reportedly the results of processed eel products until you've marketed to foreign countries? Praise is due diligence in the effort. This eel was originally marketed locally, especially in Sukabumi only. Gradually spread to almost all regions in Indonesia. Even the last few years, the demand came from abroad such as Malaysia and Korea.Tapi two countries is more interested in fresh eel, rather than in processed form. Within one month of fresh eel demand for one country could reach 5 tons. There eels used as cosmetic ingredients and pharmaceuticals. Marketing to these overseas is due to local or central government concern. The participation of the government has boosted my business field. Even during the years I became a lecturer at the University of Pasundan, Bandung, majoring in food technology. From which the eels were obtained so that the needs of local and overseas markets are met? Since it first started the business eel, I tend to get it by buying from farmers even though the opportunities for raising eels wide open. But that's not my goal. For this step I begin with the intention for the welfare and empowerment of local communities. Almost every day I bought eels from farmers at a price Rp25.000/kg. This price is enough to boost the economy masyarakat.yang same, namely eels. Do you feel unrivaled? Never felt the slightest fear my efforts will tersaingi.Tapi otherwise it becomes the motivation for me to continue to advance the business. Not a few students I follow the same footprint, even those who sukses.Terlepas lot of it in order to keep the business running, I never cease to innovate. What is the current production capacity? At the time of the initial pilot, the amount of production is only capable of about 5 kg per minggu.Ta pi current, within one day of production could reach 200 kg, consisting of 150kg for the refined, 50 kg for the order fulfillment belutsegar.Akumulasinya, within one month of production figures eels can reach 4.5 tons. What plan ahead with your business that has been this successful? I will stay on track eel business. Because this is a business that I really initiated from scratch. Expected in the future this will become a family business and society. Currently I still do regenerate to the successor business. What are the keys to running a business, especially for new entrepreneurs forging? Diligent and sincere. This is the key to success. Ikhlas is meant is not in despair when a failure and had undergone kerugian.Tekun without having to be affected by other businesses. Should focus to reap success. 11. In your opinion, what are the potential of Indonesia's natural that this can still be worked on by the community? Lots of natural potential that has not been touched and explored by the community. Examples of potential in fisheries. Not only eels might serve as potential business, but tilapia and catfish also proved far has potential. Toni Kamajaya Sumber: Harian Seputar Indonesia 27 November 2011,hal. 8