Jumat, 30 Desember 2011

Faktor-faktor genetik ( Kromosom ikan )

Faktor-faktor genetic.

Pada waktu terjadi peleburan spermatozoa dengan inti telur, terjadi pula persatuan material yang berasal dari dua sumber. Baik telur ataupun spermatozoa membawa sifat dari masing-­masing induk yaitu kromosom.



Kromosom merupakan benda kecil, terletak dalam inti sel, bertanggung jawab untuk transmisi atau pemindahan sifat keturunan. Kromosom ini hanya dapat terlihat pada waktu terjadi pembelahan sel secara mitosis terutama pada saat metaphase dengan cara pewarnaan khusus. Ukuran dan bentuk kromosom itu berbeda dalam species ikan yang berlainan. Namun kromosom itu dapat dibedakan menjadi 4 macam sebagai berikut ( Gambar 16 ):


a = Acro(telo)centric (t).

Kromosom telocentric centromerenya yaitu daerah tempat menempel benang pada waktu mitosis terletak dekat salah satu ujung kromosom.


b = Subtelocentric (st).

Kromosom subtelocentric centomerenya berdekatan ke ujung kromosom, tetapi terdapat lengan kromosom yang pendek.


c = Submetacentric (sm).

Kromosom submetacentric centromerenya terletak di tengah-tengah. kromosom. Kedua lengan kromosomnya terlihat tapi tidak sama panjang.



d = Metacentric (m).

Kromosom metacentric centromerenya dengan dua lengan kromosom yang sama panjang di tengah-tengah.




















Gambar 16. Macam-macam bentuk kromosom ikan (Kirpichnikov 1981)


Menurut penulis lain kromosom telocentric ialah kromosom yang tidak mempunyai lengan kromosom kedua setelah terminal centromer, berlawanan dengan kromosom yang acrocentric mempunyai lengan kromosom pendek. Klasifikasi kromosom menjadi 4 bentuk itu berdasarkan perbandingan panjang lengan kromosom.

Tidak semua ikan mempunyai bentuk kromosom itu terlihat bersama-sama pada waktu metaphase. Ada ikan yang hanya mempunyai kromosom acrocentric dan subtelocentric, atau dalam species lain hanya terdiri dari kromosom metacentric atau sub metecentric.



Sering sekali pada ikan didapatkan 2 atau 3 macam kromosom, walaupun ada juga yang mempunyai keempat­empatnya bentuk kromosom. Pada sejumlah ikan teleost, demikian juga pada ikan cucut dan pari serta dalam Acipencerridae dan Amiidae, dalam kromosomnya didapatkan "micro-chromo­some" yang bentuknya kecil tetapi sangat sukar dikuantitatifkan. Ada juga ikan yang mempunyai kromosom dengan satelitnya seperti pada ikan Salmonidae dengan bentuk seperti pada Gambar 17.

















Gambar 17. Kromosom ikan dengan satelit

Dapat diperhatikan bahwa tiap kromosom mengandung dua bentuk yang identik dan sejajar yang dinamakan kromatid. Tiap kromatid terdiri dari satu atau beberapa filamen tipis yang dinamakan kromonemata atau genonemata.


Pada kronemata ini terdapat satu daerah yang meyerap pewarnaan yang lebih dan daerah ini dinamakan kromomer. Kromonema merupakan filamen ganda yang panjang, bentuknya lurus kalau sel itu sedang membelah dan kalau sel itu sedang istirahat atau interphase bentuknya ikal seperti spiral. Dalam sel yang sedang istirahat demikian kromonemata yang panjang dan tipis itu mengisi inti sel membentuk jaringan yang komplek, tapi sukar terlihat di bawah mikroskop, hanya satu atau dua nukleoli yang terlihat.



Sumber : M. Ichsan Effendie, 1997

komponen protein

komponen protein :
1. Leusin
2. Isoleusin
3. Lisin
4. Treunin
5. Feni lalanin
6. Tritopan
7. Metianin
8. Valin


Komponen Protein Essensial :
1. Alanin
2. Glisin
3. Arginin
4. Prolin
5. Cistein
6. Tirosin
7. Asam Aspartat
8. Asam glotamik
9. Serin
10. Histidin

Kamis, 22 Desember 2011

Cupang Angkat Ekonomi Masyarakat Kota Kediri


Ikan cupang termasuk komoditas ikan hias yang sudah berkembang sejak lama. Potensi pengembangan budidaya ikan cupang cukup terbuka. Sentra-sentra budidaya ikan cupang baik sebagai ikan hias ataupun ikan aduan bermunculan. Salah satu sentra budidaya ikan cupang yang telah dikenal adalah Kota Kediri.
Sebagai wilayah kota yang merupakan salah satu Pemerintah Kota yang ada di wilayah propinsi Jawa Timur, Kota Kediri terletak di wilayah selatan bagian barat Jawa Timur. Kota Kediri dijadikan wilayah pengembangan kawasan lereng Wilis, dan sekaligus sebagai pusat pengembangan regional eks Wilayah Pembantu Gubernur Wilayah III Kediri yang mempunyai pengaruh timbal balik dengan daerah sekitarnya.
Secara geografis , Kota Kediri terletak di antara 111,05 derajat-112,03 derajat Bujur Timur dan 7,45 derajat-7,55 derajat Lintang Selatan dengan luas 63,404 Km2. Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian rata-rata 67 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%
Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kec. Kota dan kec. Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kec. Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m) sedang dibagian timur sungai merupakan lahan yang relatif subur dengan relief tanah yang datar. Dikaki Gunung Klotok terdapat situs sejarah berupa Goa Selomangleng, goa ini merupakan pesanggrahan Dewi Kilisuci putri Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. selain itu terdapat relief kisah Patih Butho Locoyo, yang setia mendampingi Dewi Kilisuci dan simbol Butho Locoyo ini menjadi Lambang Kota kediri.
Wilayah Kota Kediri, secara administratif terbagi menjadi 3 wilayah kecamatan, yaitu :
  1. Kecamatan Kota, dengan luas wilayah 14,900 Km2 terdiri dari 17 Kelurahan
  2. Kecamatan Pesantren, dengan luas wilayah 23,903 Km2 tediri dari 15 Kelurahan
  3. Kecamatan Mojoroto, dengan luas wilayah 24,601 Km2 tediri dari 14 Kelurahan
Sentra budidaya ikan cupang di Kota kediri terletak Kecamatan Pesantren tepatnya di empat kelurahan yaitu Kelurahan Ketami, Kelurahan Jamsaren, Kelurahan Pesantren dan Kelurahan Tempurejo. Total pembudidaya yang melakukan kegiatan budidaya ikan cupang sebanyak 145 orang dengan luasan lahan yang diusahan sebesar 34,8 ha.
Produksi ikan cupang dari Kota Kediri setiap tahunnya setidaknya ada sebanyak 43 juta ekor dengan wilayah pendistribusian yakni Tulungagung, Nganjuk, Kediri, Blitar, Surabaya, dan Jakarta.
Kota Kediri walaupun daerahnya perkotaan, namun potensi budidaya ikanterdiri dari ikan hias dan ikan konsumsi. Kedua kegiatan budidaya sangat berkembang di sini. Selain itu, usaha perikanan lainnya juga cukup berkembang di Koata Kediri. Banyak kolam-kolam ikan maupun pengolah hasil perikanan utamanya pengolahan bekicot terdapat di Kota Kediri. Untuk usaha budidaya ikan, intensifikasi pemanfaatan lahan dan pemilihan komoditas perikanan yang dikembangkan serta konsistensi dan kesinambungan program menjadi rencana dan merupakan strategi dalam usaha mengembangkan sector perikanan budidaya di Kota Kediri.
Ikan cupang sendiri telah menjadi penopang kehidupan bagi warga Kediri. Bagi warga Kediri, ikan cupang bukan sekadar hobi atau bisnis sampingan. Budidaya ikan cupang ini telah menjadi bisnis inti keluarga, tempat mereka mencari nafkah. Rata-rata setiap rumah memiliki lebih dari dua kolam ikan, bahkan sampai 10 kolam. Kegiatan usaha dibagi dua, yakni pembenihan dan pembesaran.
Rata-rata perputaran uang dari bisnis ikan cupang mencapai Rp 20 juta per hari di kota ini. Uang itu berasal dari bisnis benih ikan, pembesaran ikan, pakan ikan, dan pengepakan. Pembudidaya ikan cupang di Kediri tidak pernah kesulitan memasarkan ikan cupang. Pesanan selalu datang dari berbagai kota, seperto Solo dan Semarang, Surabaya, Malang, serta Jakarta.
Ada empat jenis ikan cupang yang dibudidayakan di Kediri, yakni cupang plakat, cupang serit, cupang cagak atau double tile, dan cupang halfmoon. Ikan cupang yang paling banyak diminati adalah cupang halfmoon karena cantik dan jago berkelahi.
Ikan cupang laku dijual jika sudah berusia enam pekan. Saat penjualan, harga ikan menjadi Rp 800 sampai Rp 10.000 per ekor, tergantung pada jenis dan kualitasnya. Bahkan bila kualitasnya bagus harga dapat mencapai Rp 500.000 per ekor. Seorang petani pemula di kota ini, yang hanya memiliki satu kolam, bisa meraup untung bersih Rp 1 juta per minggu. Dalam sebulan, pendapatannya bisa mencapai Rp 4 juta.
Cupang yang memiliki nama ilmiah Betta sp. adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.
Cara pemeliharaan ikan cupang tidaklah rumit. Tidak perlu menggunakan filter air, cukup wadah dan pemberian pakan yang teratur. Yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan cupang adalah kebersihan air dan pemberian pakan yang teratur.
Pembudidaya kota Kediri telah membuktikan bahwa budidaya ikan cupang tidak rumit dan mampu menjadi salah satu penghasilan yang menopang perekonomian.
Berikut ini secara singkat cara membudidaya/memelihara ikan cupang, yaitu :
Ikan cupang sebetulnya bisa dipelihara di manapun, namun sebaiknya untuk budidaya, menggunakan bak semen minimal 1 x 2 meter atau akuarium ukuran 100 x 40 x 50 cm. Sebagai wadah perkawinan ikan cupang, kita bisa menggunakan media yang lebih kecil seperti baskom, akuarium kecil dan ember.
Pemijahan
  1. Bak pemijahan atau akuarium dibersihkan dulu untuk menghindari jamur
  2. Masukkan air setinggi 15 – 18 cm pada akuarium dan 25 cm apabila menggunakan bak semen
  3. Masukkan tanaman air (enceng gondok)
  4. Induk yang telah dipilih dimasukkan ke dalam tempat pemijahan tersebut dengan perbandingan 1 : 1
  5. Induk jantan akan membuat sarang busa diantara daun-daun enceng gondok
  6. Induk betina akan mengeluarkan telurnya setelah induk jantan membuat sarang dan diikuti induk jantan mengeluarkan sperma
  7. Telur-telur akan menempel dan melekat pada busa yang berwarna putih
  8. Telur yang dibuahi oleh sperma jantan akan menetas dalam waktu kurang dari 24 jam, pada suhu 240C
  9. Benih yang telah menetas akan berdiam diri di tempat semula dan setelah 3 hari benih tersebut akan bergerak mencari makan
  10. Pindahkan induk jantan dan betina pada saat telur menetas
Pembesaran Anak
  1. Siapkan akuarium atau bak semen yang terlebih dahulu telah dibersihkan, isi air dan endapkan selama sehari semalam
  2. Masukkan tanaman eceng gondok yang agak rimbun sebagai peneduh dan tempat berlindungnya ikan
  3. Pindahkan benih yang telah berumur 1 minggu ke dalam akuarium atau bak semen yang lebih besar
  4. Pemindahan dilakukan pada pagi hari di saat suhu masih rendah, dengan cara mengikutsertakan sebagian air dari wadah sebelumnya
  5. Berikan makanan berupa infusoria atau air hijau yang dapat diperoleh dari air permukaan kolam
  6. Makanan lanjutan berupa rotifera dan disusul dengan kutu air dan cacing sutera
  7. Penggantian air dilakukan seminggu sekali dengan membuang 1/3 bagian air lama. Penggantian air dilakukan dengan menyiphon air lama memakai selang air dan menggantinya dengan air yang telah diendapkan sehari semalam
  8. Pemindahan kedua dilakukan setelah benih berumur sebulan. 
  9. sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

Rabu, 21 Desember 2011

Industrialisasi perikanan butuh sinergi


Industrialisasi perikanan butuh sinergi

RUSTAM AGUS Bisnis Indonesia

SURABAYA Industrialisasi sektor perikanan dinilai membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah guna menjamin tercapainya peningkatan daya saing dan kesinambungan produksi dari hulu hingga hilirnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo mengatakan industrialisasi perikanan sulit berjalan jika tidak ada keterkaitan yang kuat antara hulu yang menghasilkan bahan baku dan daya tarik di hilir menyangkut pengolahan dan pemasarannya sehingga upaya peningkatan daya saing harus dilakukan mencakup perbaikan di kedua sisi tersebut.

"Sinergitas pemerintah pusat, kalangan pemda, swasta dan masyarakat usaha lainnya menjadi kunci sukses upaya peningkatan daya saing tersebut," ujarnya saat menyerahkan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka industrialisasi perikanan berupa sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan kepada Pemprov Jawa Timur yang diterima Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf dan kepada 27 pemkab/kota se-Jatim di gedung Grahadi. Surabaya, kemarin.

Sektor kelautan dan perikanan, menurut Menteri, berpotensi besar menjadi motor penggerak roda pembangunan daerah dan nasional jika mampu dikelola dengan baik. Salah satu langkah strategisnya dengan memacu industrialisasi perikanan melalui program pemberdayaan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan para pelaku usahanya.

"Industrialisasi akan meletakkan pelaku perikanan dan kelautan sebagai subjek, bukan objek," tutur Cicip.

Kebijakan industrialisasi merupakan strategi dan program prioritas yang diambil Kementerian Kelautan dan Perikanan juga dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah pelaku usaha perikanan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jatim, selain menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil, Menteri KP juga meninjau Akademi Perikanan Sidoarjo, dan Balai Karantina Ikan Kelas I Juanda, Surabaya.

Meningkatkan nilai

Wagub Syaifullah Yusuf mengatakan sejauh ini Jatim penyumbang terbesar sekitar 25% dari produksi ikan nasional termasuk hasil olahannya.

Di Jatim, menurutnya, terdapat lebih dari 130 unit usaha pengolahan ikan skala besar dan sedikitnya. 8.000 unit usaha ikan olahan skala mikro dan-kecil.

"Nah usaha perikanan rakyat inilah yang perlu terus dibantu untuk berkembang dan meningkatkan nilai tambah produknya."

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan Rp39,34 miliar untuk pengadaan paket bantuan sarana prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan bagi sejumlah daerah penghasil produk perikanan dan olahannya.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Nikijuluw mengatakan anggaran pengadaan paket bantuan itu bersumber dari APBN senilai Rp24,74 miliar.

Sisanya dari alokasi dana dekonsentrasi Rp3,4 miliar dan sekitar Rp7,9 miliar dan sejumlah anggaran lainnya dari dana tugas pengembangan dan pemberdayaan sektor perikanan.

"Paket bantuan sarana prasarana pengolahan dan pemasaran ini diarahkan untuk beberapa daerah penghasil produk perikanan, utamanya di Jawa."

Sumber : Bisnis Indonesia 22 Desember 2011,hal i2

FEKUNDITAS IKAN

FEKUNDITAS IKAN

Pengetahuan mengenai fekunditas merupakan salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam biologi perikanan. Fekunditas ikan telah dipelajari bukan saja merupakan salah satu aspek dari natural history, tetapi sebenarnya ada hubungannya dengan studi dinamika populasi, sifat-sifat rasial, produksi dan persoalan stok-rekruitmen (Bagenal, 1978).

Dari fekunditas secara tidak langsung kita dapat menaksir jumlah anak ikan yang akan dihasilkan dan akan menentukan pula jumlah ikan dalam kelas umur yang bersangkutan. Dalam hubungan ini tentu ada faktor-faktor lain yang memegang peranan penting dan sangat erat hubungannya dengan strategi reprodusi dalam rangka mempertahankan kehadiran spesies itu di alam.

Selain itu, fekunditas merupakan suatu subyek yang dapat menyesuaikan dengan bermacam-macam kondisi terutama dengan respons terhadap makanan. Jumlah telur yang dikeluarkan merupakan satu mata rantai penghubung antara satu generasi dengan generasi berikutnya, tetapi secara umum tidak ada hubungan yang jelas antara fekunditas dengan jumlah telur yang dihasilkan.


Macam-macam fekunditas

Telah banyak usaha-usaha untuk menerangkan dan membuat definisi mengenai fekunditas. Mungkin definisi yang paling dekat dengan kebenarannya adalah seperti apa yang terdapat pada ikan Salmon (Onchorynchus sp). Ikan ini selama hidupnya hanya satu kali memijah dan kemudian mati.

Semua telur-telur yang akan dikeluarkan pada waktu pemijahan itulah yang dimaksud dengan fekunditas. Tetapi karena spesies ikan yang ada itu bermacam-macam dengan sifatnya masing-masing, maka beberapa peneliti berdasarkan kepada definisi yang umum tadi lebih mengembangkan lagi definisi fekunditas sehubungan dengan aspek-aspek yang ditelitinya. Misalnya kesulitan yang timbul dalam menentukan fekunditas itu ialah komposisi telur yang heterogen, tingkat kematangan gonad yang tidak seragam dari populasi ikan termaksud, waktu pemijahan yang berbeda dan lain-lainnya. Bagenal (1978) membedakan antara fekunditas yaitu jumlah telur matang yang akan dikeluarkan dengan fertilitas yaitu jumlah telur matang yang dikeluarkan oleh induk.

Menurut Nikolsky (1963) jumlah telur yang terdapat dalam ovari ikan dinamakan fekunditas individu, fekunditas mutlak atau fekunditas total. Dalam hal ini memperhitungkan telur yang ukurannya berlain-lainan. Oleh karena itu dalam memperhitungkannya harus diikutsertakan semua ukuran telur dan masing-masing harus mendapatkan kesempatan yang sama. Konsekuensinya harus mengambil telur dari beberapa bagian ovari (kalau bukan dengan metoda numerikal). Kalau ada telur yang jelas kelihatan ukurannya berlainan dalam daerah yang berlainan dengan perlakuan yang sama harus dihitung terpisah. Tetapi pada tahun 1969, Nikolsky selanjutnya menyatakan bahwa fekunditas individu adalah jumlah telur dari generasi tahun itu yang akan dikeluarkan tahun itu pula.

Sumber : M. Ichsan Effendie

Selasa, 20 Desember 2011

BAWAL : Makan Segalanya, Cepat Tumbuhnya


BAWAL : Makan Segalanya, Cepat Tumbuhnya PDF Print E-mail

Ikan bawal aslinya berasal dari brasil. Ikan Bawal banyak terdapat di Lautan Hindia selain terdapat juga di Afrika, Malaysia dan Jepang. Ikan Bawal hidup dan berenang secara bergerombol. Bawal sering juga ditemukan beriringan dengan udang di dasar laut. Seperti kerabatnya ikan piranha, bawal termasuk juga ikan predator.
Ikan bawal memiliki kepala kecil dengan mulut terletak di ujung kepala, tetapi agak sedikit ke atas. Matanya kecil dengan lingkaran berbentuk seperti cincin. Rahangnya pendek dan kuat serta memiliki gigi seri yang tajam.
Bawal memiliki 5 buah sirip (pinnae), yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor. Sirip punggung tinggi kecil dengan sebuah jari-jari agak keras, tetapi tidak tajam, sedangkan jari-jari lainnya lemah. Berbeda dengan sirip punggung bawal laut yang agak panjang, letak sirip ini pada bawal air tawar agak ke belakang. Sirip dada, sirip perut, dan sirip anus kecil dan jari-jarinya lemah. Demikian pula dengan sirip ekor, jari-jarinya lemah, tetapi berbentuk cagak.
Bentuk tubuh bawal air tawar agak bulat pipih. Dari arah samping tubuh bawal tampak membulat ( oval ) dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2 : 1. Bila dipotong secara vertikal, bawal memiliki bentuk tubuh pipih (compresed) dengan perbandingan antara tinggi dan lebar tubuh 4 : 1. Bentuk tubuh seperti ini menandakan gerakan ikan bawal tidak cepat seperti ikan lele atau grass carp, tetapi lambat seperti ikan gurame dan tambakan. Sisiknya kecil berbentuk ctenoid, dimana setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan. Warna tubuh bagian atas abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Ukuran sisinya kecil-kecil. Bentuk kepalanya membulat dengan lubang hidung agak besar. Sirip dadanya terletak 6 bawah tutup insang. Sirip perut dan sirip duburnya terpisah.Bagian ujung siripnya berwarna kuning sampai merah, punggungnya berwarna abu-abu tua, dan perutnya berwarna putih abu-abu dan merah.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bawal tergolong omnivora. Meskipun tergolong omnivora, ternyata pada masa kecilnya (larva), bawal lebih bersifat karnivora. Jenis hewan yang paling disukai adalah crustacea, cladocera, copepoda, dan ostracoda.
Pada umur dua hari setelah menetas, mulut larva mulai terbuka, tetapi belum bisa menerima makanan dari luar tubuh, makanannya masih dari kuning telurnya. Umur empat hari, kuning yang diserap oleh tubuh sudah habis dan pada saat itulah larva mulai mengonsumsi makanan dari luar. Apabila diamati kebiasaan makannya, bawal tergolong ikan yang lebih suka makan di bagian tengah perairan. Dengan kata lain, bawal bukanlah ikan yang biasa makan di dasar perairan (bottom feeder) atau di permukaan perairan (surface feeder).
Ikan bawal yang telah berkembang dengan baik di Indonesia, pada dasarnya ada dua jenis yakni bawal putih dan bawal hitam. Saat ini produksi ikan bawal putih lebih banyak karena permintaan akan ikan bawal putih lebih tinggi dibandingkan dengan ikan bawal hitam.
Ikan bawal dalam bahasa inggris sering disebut dengan nama Pomfred. Bawal dalam bahasa ilmiah memiliki nama yakni Colossoma macropomum. Berikut adalah taksonomi secara lengkap ikan bawal menurut ahli perikanan bernama Bryner (1999), yaitu:
  • Filum : Chordata
  • Sub filum : Craniata
  • Kelas : Pisces
  • Sub kelas : Neoptergii
  • Ordo : Cypriniformes
  • Subordo : Cyprinoidea
  • Famili : Characidae
  • Genus : Colossoma
  • Spesies : Colossoma macropomum
Agak sulit membedakan antara bawal betina dan jantan secara kasat mata. Beberapa indicator jenis kelamin yang bisa dilihat yakni bawal betina memiliki tubuh yang lebih gemuk, sedangkan bawal jantan selain lebih langsing, warna merah pada perutnya lebih menyala. Apabila sudah matang gonade, perut betina akan terlihat gendut dan gerakannya lamban. Adapun bawal jantan selain agresif juga akan mengeluarkan cairan berwarna putih susu bila dipijat ke arah anus. Seperti ikan lainnya, bawal pun biasanya memijah pada awal dan selama musim hujan. Kematangan gonad di daerah aslinya terjadi pada bulan Juni dan Juli. Adapun di negara-negara lainnya, bawal dapat mengikuti musim yang ada, misalnya di Indonesia kematangan gonad bawal terjadi pada bulan Oktober sampai April.
Ikan Bawal sangat potensial untuk dibudidayakan karena mempunyai beberapa keistimewaan antara lain :
  1. Pertumbuhannya cukup cepat
  2. Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (OMNIVORA) yang condong lebih banyak makan dedaunan
  3. Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik
  4. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami
Dengan keistimewaannya tersebut ikan bawal menjadi mudah untuk dibudidayakan. Apalagi ikan bawal suka makan dedauanan sehingga dapat mengurangi konsumsi pakan pellet. Dengan demikian dapat mengurangi biaya tinggi pada pakan. Pakan sendiri adalah komponen utama yang saat ini harganya cukup mahal. Bila tidak diimbangi dengan pakan lain menyebabkan margin yang didapatkan menjadi semakin kecil.
Pemilihan benih yang baik adalah awal dari keberhasilan dalam berbudidaya ikan. Demikian pula dengan budidaya ikan bawal. Pemilihan benih yang baik mutlak dan penting karena menjadi titik awal keberhasilan dalam membudidayakan ikan. Ciri-ciri benih yang baik untuk proses budidaya ikan yaitu sehat, anggota tubuh lengkap, aktif bergerak, ukuran seragam, tidak cacat, tidak membawa penyakit, jenis unggul.
Proses budidaya ikan bawal, pertama-tama adalah dengan mempersiapkan wadahnya yang dapat menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Berikut ini adalah tahapan persiapan wadah untuk budidaya ikan bawal, yaitu :
  1. Mula-mula kolam dikeringkan sehingga tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar antara lain :
    1. Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor (penyaing makanan).
    2. Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.
    3. Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) dipelataran kolam, dalam proses ini gas-gas oksigen (02) mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.
  2. Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.
  3. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
  4. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
  5. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedidit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).
Keberhasilan dalam budidaya ikan bawal ukuran konsumsi diawali dari proses penebaran benihnya. Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
Tahap selanjutnya adalah pemeliharaannya sampai dengan mencapai ukuran konsumsi. Pada tahap ini sangat penting diperhatikan pakan yang diberikan. Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan bawal, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diinginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.
Proses budidaya ikan bawal yang tidak rumit dan memberikan margin keuntungan yang cukup tinggi ini menjadi salah satu faktor budidaya ikan bawal berkembang dengan sangat baik. Perkembangan ikan bawal di Indonesia beberapa tahun terakhir cukup baik. Bawal dapat dibudidayakan dengan wadah kolam, karamba, jarring apung bahkan dapat pula diintegrasikan dengan tanaman padi. Produksi ikan bawal pada tahun ini mencapai puncaknya. Produksi tertinggi terdapat di provinsi Jawa Barat dan budidaya ikan bawal di jarring apung lebih banyak produksinya. Budidaya ikan bawal di kolam dapat dilakukan dengan system monokultur maupun polikultur.
Dengan kemudahan proses budidayanya dan margin keuntungan yang cukup tinggi ini, diprediksi bahwa produksi ikan bawal dari kegiatan budidaya akan terus meningkat. Prediksi peningkatan produksi ikan ini juga tidak terlepas bahwa ikan bawal termasuk salah satu ikan yang sangat diminati oleh pasar, baik pasar dalam negeri maupun pasar ekspor.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

Cegah Kerusakan, Tanam Pohon Bakau


Cegah Kerusakan, Tanam Pohon Bakau

RIDWANSYAH

Kendari

Terik sinar matahari di Pantai Nambo, Kendari, SulawesiTenggara (Sultra) tidak menyurutkan semangat 1.500 warga menghadiri acara Gerakan Nasional Cinta Bahari melalui penanaman pohon bakau.

Sedikitnya ada 3.000 pohon bakau disiapkan untuk ditanam di dua lokasi yakni Pantai Nambo dan Teluk Kendari. Dua unit speedboat pun disiapkan untuk mengantar Gubernur Sultra Nur Alam beserta rombongan dari Jakarta di antaranya Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam,Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Keluarga Hijau Indonesia. Pemukulan kentong pun dilakukan gubernur tanda dimulainya penanaman pohon bakau secara serentak. Dengan semangat, satu persatu para peserta turun ke pinggir pantai.

Menurut Abdullah, penanaman pohon bakau ini merupakan upaya untuk mencegah bencana alam sebab manfaat tanaman ini sangat banyak. Selain menyerap karbondioksida, keberadaan pohon bakau ini juga akan diikuti dengan perkembangan biota laut.

Selama ini,kataAbdullah, sudah banyak pidato atau ceramah mengenai pelestarian alam, tapi masih sedikit yang melakukan aksi melestarikan alam secara konkret. "Ini merupakan bagian dari dakwah dengantindakan nyata. Semoga dengan kegiatan ini masyarakat bisa mencontoh untuk menjaga alamnya," tu tur Abdullah di acara Gerakan Nasional Cinta Bahari di Kendari, Minggu (18/12).

GubemurSul tra Nur Alam menyambut baik kegiatan yang digagas LDII bersama MUI. Dia mengakui, hampir 80% hutan bakau di Sultra tidak terawat Selain melakukan penanaman pohon, pihaknya akan membentuk Satgas Pemelihara Bakau. Kendari memiliki bentuk teluk yang unik seperti tapal kuda sehingga air pantainya tidak banyak berombak karena tertutup oleh perbukitan. Dengan keunikan ini, sudah semestinya kelestarian bakau menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

"Kalau program penanaman bakau ini sudah bagus, kami berharap wisata laut Kendari yang begitu indah bisa dipromosikan," kata gubernur dua periode ini.

Presiden Keluarga Hijau Indonesia, Hidayat mengatakan, kondisi hutan bakau di Sultra tergolong cukup memprihatinkan. Kerusakan masih bisa di toleransi jika hanya 25% dari luas wilayah.Tapi jika sudah sampai 80%,itu bisa dikatakan urgen. "Keberadaan pohon bakau ini bisa memperlambat proses abrasi karena seringnya pengerukan pasir pantai," ungkapnya. Menurutnya, memilih Sultra sebagai tempat kegiatan ini merupakan pilihan yang tepat .

sumbar : Harian Seputar Indonesia 20 Desember 2011,hal. 11