Tampilkan postingan dengan label alat perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat perikanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2015

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.

5. Fertlity of water can be increased by adding inorganic fertilizers.
6. After adding all essential minerals and all available nitrogen, the next limiting factor is CO2. This compound can be increased by adding organic matter followed by liming (Ca, Mg).
7. The next limiting factor in fish production, after mineral and CO2 are provided, is oxygen demand of all living and dead organisms in the water. This can be supplied by running water rich in oxygen or pumping water from the bottom and aerate it. If oxygen in the water falls below 1.0 ppm, fish die. One ppm oxygen is enough for fish in resting condition, but for active fish, 3.0 ppm is needed.

8. Microscopic plants (planktonic algae) are the principal food producing plants for fishes.
9. Microscopic plants are the most desirable, because : (a) short life cycle, (b) mobility, (c) more nutritious, and (d) small size.
10. Rooted plants are less desirable, because: (a) long life, (b) immobility, (c) less nutritious, (d) large size, and (e) shading effect.
11. a. The more fertile the water the heavier the plankton concetration becomes, the more shallow becomes light penetration and photosynthesis. b. Heavy plankton concetration in top water causes shallow stratification and low oxygen or none in deeper water. Strong wind, or heavy cold rain causes overtum, causing trouble to the fish. Water with no oxygen spread too fast and could kill the fish. Heavy plankton can be killed by the use of CuSO4. Light can penetrate deeper, so does the production of oxygen. c. the deeper the fertile lake or pond (heavy plankton) the higher the precentage of the total volume of water deficient of oxygen during period of stratification.

12. Rooted plants are desitable, in part, in waters of low fertility, because : (1) Oxygenate deep water as far down and light penetrates, (2) draw nutrients from pond bottom soil, (3) prevent marginal erosion, (4) provide surface for food organisms, and (5) provide food for fish derectly or indirectly.
13. The longer the food chain from plant to fish the lower the production of fish obtained. The conversion rate from: Plant to fish = 5 – 10 Plant to insect = 5 – 10 Insect to fish = 3 – 10 fish to fish = 2 – 5
14. At a given level of fertility the fish production is constant for a particular species and a certain rate of stocking. The total pound/acre is dependent upon the number of fish present and the size harvested. Small fish produce high number of lbs/acre, and large ones produce small number of lbs/acre.
15. For short period of time we can regulate number ( and final size) by the number stocked. This can be done by frequent draining before the fish are old enough to spawn. For non spawner there would be no difficulity. Mortality rate can be up to 20 percent a year.
16. For long period of time the number of fish and sizes must be controlled by biological methods such as: 1. Repression - prevents reproduction, e.g. carp. 2. Predation - method of controlling the number of young fish. 3. Starvation - this could lead to weakning of fish, thus vulnerable to disease and parasites. 4. Limited spawing area


17. The greatest total weight to any one forage species (for short periode of time for piscivorous fish) can be produced in waters containing only that species.
18. The greatest total weight of fish can be produced by combination of forage fish differing in feeding habits.
19. The presence of piscivorous species decreases the total weight or fish, decreases the number of fish, but increases the average size.
20. The rate of feeding required to maintain a fish is less than the rate required for growth.
21. The amount of food required to maintain one-pound fish for one year is equal to the feed required to raise the fish to one pound.
22. A population of fish at a given level of food abundance will tend to expand until harvestable food equals the amount required for maintenance.
23. Feeding at maintenance is uneconomical for extended periods. Feeding to satiety is uneconomical too. Econimical feeding rate varies with the size of fish.
24. Economical feeding rate per acre is limited by the eficiency of the ecological system in waste disposal and reoxygenation.
25. High quality feeds must contain in proper proportion; protein for building fish flesh carbohydrate and fat for energy, minerals for contruction and regulation, and vitamins for regulation of life processes.
26. Quality of feed influences (a) the amount of waste, (b) health of fish, and (c) rate of growth.
27. By increasing feeding rate the stocking rate of fish can be increased. This could increase the incidence of parasites and diseases.
28. Within limits regulation of feeding rates can replace predation in obtaining a high percentage of harvestable fish.
29. Rates of growth of fish vary widely and are dependent upon : (a) their ability to grow, (b) the quality of feed, (c) space – waste disposal system, (d) temperature, (e) the amount of feed per individual.
30. Minimum age at spawning is dependent upon rate of growth.

H.S. SWINGLE Auburn University




Kamis, 31 Mei 2012

Perawatan Mikroskop


PERAWATAN MIKROSKOP

1.       Lensa mikroskop ditiup dengan alat tertentu (santex)
2.       Basahi kertas lensa dengan alkohol 95%
3.       Lap lensa searah jarum jam

Kamis, 18 Februari 2010

3 hal yang menyebabkan akuarium di rumah anda tidak lagi indah dipandang

3 hal yang menyebabkan akuarium di rumah anda tidak lagi indah dipandang


keindahan akuarium adalah faktor penting dalam memelihara ikan hias di rumah anda, biasanya ada 3 hal yang menyebabkan akuarium tidak lagi indah dipandang mata.

1. air keruh
penyebab dari air keruh pada akuarium adalah sisa-sisa makanan yg tidak termakan, sisa kotoran ikan. air keruh akan mengganggu penglihatan sehingga warna ikan yang bagus tidak kelihatan. pembersihan air secara rutin minimal 3 hari sekali dengan cara penyiponan akan membantu membersihkan air akuarium.

2. tanaman/tumbuhan hijau
tanaman air yang tumbuh di sekitar akuarium berupa lumut hijau yang dapat tumbuh di dinding kaca akuarium. atau sejenis alga lainnya yang akan mempengaruhi keindahan akuarium. untuk menguranginya yaitu tempatkan akuarium pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung

3. bau air
bau air disebabkan oleh penguraian sisa-sisa bahan organik seperti sisa pakan dan kotoran ikan, penguraian ini akan menghasilkan H2S, amoniak yang akan menimbulkan bau pada air akuarium. pembersihan air akuarium secara rutin akan membantu mengurangi bau tidak sedap pada akuarium.

http://hobiikan.blogspot.com/

Sabtu, 26 Desember 2009

Wadah Pemeliharaan di Karamba jaring Apung

Wadah Pemeliharaan di Karamba jaring Apung


a. Kerangka
1. Bahan: kayu tahan air, bambu atau besi yang dicat anti karat
2. Ukuran: 7 x 7 m2
3. Bentuk empat, persegi.

b. Pelampung
1. Bahan: Styrofoam, drum plastik
2. Bentuk silindris
3. Ukuran: volume 120 liter
4. Jumlah: minimal 8 buah/unit rakit

c. Tali jangkar
1. Bahan: polietilena (PE)
2. Panjang: 1,5 kali kedalaman perairan maksimal
3. jumlah: 4 utas/unit jaring apung
4. Diameter: minimal 1,5 cm

d. jangkar
1. Bahan: besi, blok beton, batu
2. Bentuk jangkar, segi empat
3. Berat: 40 kilogram/buah
4. Jumlah: 4 buah/unit jaring apung

e. jaring
1. Bahan: polietilena, PE 210 D/ 18
2. Ukuran mata jaring: 1 inci
3. Warna: hijau, hitam
4. Ukuran jaring: 7 x 7 x 3,5 m3

f. Waring
1. Bahan: nilon
2. Ukuran mata. waring: 1 cm
3. Warna: hijau, hitam
4. Ukuran waring: 3 x 3 x 1,5 m3

sumber : Khairul Amri, S.Pi. M.Si dan Khairuman, S.P. Agromedia Pustaka, 2008

Sabtu, 01 November 2008

Pompa hydram

Pompa hydram

Pompa hydram berbeda dengan pompa lain pada umumnya. Tidak seperti pompa dragon yang menggunakan tenaga manusia untuk mengalirkan air dan juga dengan pompa – pompa lainnya diesel dan listrik yang menggunakan tenaga mesin yang menggunakan bahan bakar minyak bensin solar atau minyak tanah.
Pompa hydram dapat menggunakan air tanpa bahan bakar minyak dan tanpa menggunakan tenaga manusia, aneh bukan maka kita dapat menyebutkan bahwa pompa hydram merupakan pompa hemat energi.



Prinsip kerja pompa hydram
- air dimasukan kedalam tabung udara apakah yang akan terjadi di dalam tabung.
- Dari tabung dibuat pipa pada mula-mula tabung kosong dan setelah diisi air apakah yang terjadi.
- Sebelum air ke tabung udara pada pipa dibuat klep apakah yang terjadi pada klepnya ? dan pada tabung ?
- Apabila pada tabung dibuat pipa apakah yang akan terjadi
- Setelah melihat peristiwa tersebut di atas ada gambaran bagaimana air dapat naik ke atas dengan tenaga air itu sendiri
- Dengan membuat klep yang dapat naik turun maka air akan naik ke atas melalui pipa dan tabung udara. Dengan demikian terjadilah apa yang dinamakan dengan pompa hydram.


Kesimpulannya pompa hydram dapat menaikan air dengan bantuan tenaga air itu sendiri, yang diakibatkan oleh dorongan tenaga gravitasi air pada pipa dengan bantuan klep yang naik turun.

anton lowa, 1983

Rabu, 29 Oktober 2008

perlengkapan yang diperlukan untuk aquarium ikan


Aerator, berfungsi meningkatkan kadar oksigen di dalam air. Selain itu, aerator juga berfungsi untuk mengurai zat yang tidak diperlukan ke udara dan menarik oksigen ke dalam air.
2. Power Head, berfungsi memompa air dan kotoran menuju filter. Alat ini juga berfungsi sebagai pembuat arus ringan di dalam akuarium yang berguna untuk merangsang pertumbuhan ikan.


3. Filter, berfungsi menyaring kotoran-kotoran yang ada di dalam akuarium. Alat ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan air akuarium.
4. Heater, berfungsi meningkatkan suhu di dalam akuarium ketika suhu di sekitar lingkungan akuarium berubah drastis.
sumber : Agromedia Pustaka, 2008

Minggu, 31 Agustus 2008

pompa air

POMPA adalah mensin yang mampu menyediakan enersi terhadap cairan (fluida) air dan cairan lain, bergerak dalam menanggapi adanya suatu gradien enersi, harus bergerak terhadap penurunan enersi total.

tehnik akuakultur sering memerlukan pergerakan cairan melawan (menetang) suatu gradien enersi dan umumnya kebanyakan dibutuhkan untuk pergerakan cairan dari suatu titik rendah menuju ketitik yang lebih tinggi, terhadap suatu gradien gravitasi. pompa juga digunakan untuk meningkatkan tekanan dalam suatu sistem fluida, walaupun cairan cara kerjanya mirip suatu silinder hidraulik terhadap suatu beban

Minggu, 24 Agustus 2008

jenis/tipe aerator berdasarkan fungsinya

tipe aerator :

a. Gravity aerator ( Pengaruh gaya berat )

prinsip : menjatuhkan air sehingga terjadi kontak air dengan udara yang lebih banyak.
macam :
/strong>
1. Weir with splash board

2. Weir with paddle wheel

3. Weir with rotating board

4. Weir with inclined plane without hole

5. Weir with inclined plane with hole

6. Lattice aerator

7. Riser with perporated aprous





b. Surface aerator ( Permukaan )

Prinsip : mencampurkan air yang telah ada dalam kolam dengan cara memancarkan ke udara atau membuat permukaannya menjadi luas ( bergelomang )


c. Diffusier aerator ( mencampurkan )
Prinsip : mencampurkan udara beroksigen dalam air sehingga lebih banyak air yang bersinggungan dengan udara.

d. Turbine aerator ( kincir )


e. Kombinasi 2 atau lebih a sampai d



Who Else Wants To Quickly And Easily Have The Perfect Freshwater Aquarium That Keep Your Fish Healthy, Happy, And Thriving For Years To Come?