Minggu, 30 Oktober 2011

Tinta Cumi Bermanfaat untuk Obat Kanker?


Tinta Cumi Bermanfaat untuk Obat Kanker?

“Tinta  cumi-cumi  yang  oleh  sebagian orang dianggap sebagai limbah  tak  berguna,  ternyata dapat dijadikan sebagai obat kanker”
Benarkah?
Baru-baru  ini  para  peneliti  me-nemukan  bahwa  tinta  cumi-cumi benar-benar  dapat  melawan  kanker sebagaimana dirilis di ogahrugi.com. Cumi-cumi  merupakan  salah  satu seafood  yang  sangat  populer  di  kalangan  pecinta  makanan  laut.  Teksturnya kenyal dan lembut cocok untuk  berbagai  jenis  masakan,  seperti tepung  goreng,  bumbu  saus padang, saus mentega,  goreng  hingga  kering polos.
Indonesia  sendiri  adalah  negara maritim yang sangat akrab dengan cumi-cumi yang cukup berlimpah. Ada peluang terbuka untuk ekspor makanan laut yang satu ini. Semua bagian dari  tubuh  cumi-cumi  relatif  dapat dimakan.  Mungkin  bagi  sebagian orang,  bagian  kaki  (part  growled) perlu dibuang, meskipun banyak juga yang  tidak  menolak.  Satu-satunya bagian dari tubuh cumi-cumi yang bi-asa  dibuang  adalah  tintanya,  karena tidak menambah daya tarik penampilan  bahkan  rasa  jika  ikut  dimasak. Tapi, tak ada yang mengira sebelumnya bahwa tinta cumi yang hitam itu ternyata membawa khasiat luar biasa, setidaknya pada hewan percobaan. Berdasarkan  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Hiroki  University  di Jepang,  tinta  cumi dapat mengaktifkan  sel  darah  putih  untuk melawan tumor. Penelitian dilakukan terhadap 15    ekor  tikus  yang  dikembangkan dalam  tubuhnya  penyakit  tumor  ganas. Tikus-tikus  tersebut diberi  suntikan tiga dosis cairan tinta cumi atau sekitar 200 mg tinta cumi.   Ternyata hanya  tiga  tikus  yang  mati,  sisanya tetap  hidup.  Sebagai  perbandingan, 15 tikus  lainnya yang  juga menderita penyakit  yang  sama  tidak  diberikan suntikan  tinta  cumi dan  semua mati dalam waktu tiga minggu.
Temuan itu merupakan hasil coba coba  Jin’ichi  Sasaki  dan  sejawatnya dari  Universitas  Hirosaki  di  Jepang bagian  utara.  Mereka  memurnikan sebagian tinta cumi itu menjadi suatu campuran yang terutama terdiri atas glusida  (gabungan gula, protein dan lipid).  “Sebenarnya  tak  ada  alasan khusus mengapa  kami  memakai tinta  cumi pada mencit-mencit  yang ditumbuhi  kanker”,  kata  Sasaki.  ’Di daerah  ini, nelayan banyak menangkap cumi dan tintanya dibuang begitu saja. Jadi kami ingin menemukan zat berguna  dalam  tinta  itu  agar  dapat mendaur ulangnya.
Kini  kegiatan  para  ilmuwan  itu adalah mencari  zat  aktif dalam  tinta itu dan mengisolasinya. Diduga zat itu bekerja  dengan  mengaktifkan  komponen  sel  darah  putih  yang  disebut makrofag alias sel pemangsa raksasa, sehingga  meningkatkan  daya  tahan tubuh di sekitar sel tumor khusunya. Siapa  tahu  zat  yang  dapat  menyelamatkan  jiwa  60%  mencit-mencit kanker itu dapat berguna guna untuk melawan kanker pada manusia. Penelitian  ini diakui harus dilanjutkan sehingga hasilnya dapat  lebih valid. Selain  itu, mungkin  ada manfaat lain  selain sebagai obat melawan tumor. Namun yang pasti, bahan yang biasa  dibuang  dan  tidak  dikonsumsi oleh manusia ternyata memiliki manfaat bagi dunia kedokteran.
Kandungan Gizi
Selain  lezat,  ditinjau  dari  nilai gizi,  cumi-cumi  memiliki  kandungan gizi yang luar biasa. Ada protein, mineral, dan macam-macam vitamin. Kandungan protein cumi-cumi cukup tinggi, yaitu 17,9 g/100 g cumi segar. Daging  cumi-cumi  memiliki  kelebihan dibanding dengan hasil laut lain, yaitu tidak ada tulang belakang, mudah dicerna, memiliki rasa dan aroma yang khas, serta mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh. Asam amino esensial  yang  dominan  adalah  leusin,  lisin, dan fenilalanin. Sementara kadar asam amino nonesensial yang dominan adalah asam glutamat dan asam aspartat. Kedua  asam  amino  tersebut berkontribusi besar terhadap timbulnya rasa sedap dan gurih. Itu sebabnya, secara alami cumi telah memiliki cita-rasa gurih, sehingga dalam pen-golahannya  tak  perlu  ditambahkan penyedap  (seperti monosodium  glutamat = MSG).
Cumi-cumi  juga mengandung beberapa jenis mineral mikro dan makro dalam  jumlah  yang  sangat  tinggi. Kadar mineral yang terkandung pada cumi-cumi  sangat  bervariasi  walaupun  dalam  satu  spesies  yang  sama. Variasi  ini  tergantung  pada  keadaan lingkungan  tempat  hidup,  ukuran, dan umur. Mineral  penting  pada  cumi-cumi adalah natrium, kalium, fosfor, kalsium, magnesium, dan  selenium. Fosfor  dan  kalsium  berguna  untuk  pertumbuhan kerangka tulang, sehingga penting  untuk  pertumbuhan  anak-anak  dan mencegah  osteoporosis  di masa  tua.  Selain  kaya  akan  protein, cumi-cumi  juga  merupakan  sumber vitamin yang baik, seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (ribofavin), B12, niasin, asam folat, serta vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Cumi–cumi  juga  mengandung TMAO  (Trimetil Amin Oksida)  yang cukup  tinggi.  TMAO  yang  tinggi  ini memberikan rasa yang khas terhadap daging  cumi-cumi.  Daging  cumi-cumi  juga  banyak mengandung monoamino  nitrogen  yang  menyebabkan cumi-cumi  mempunyai  rasa  manis. Kandungan  sulfur yang  cukup  tinggi pada  cumi–cumi  juga menyebabkan cumi-cumi berbau  amis  ketika men-galami perlakuan pemasakan  seperti direbus. Jadi bila anda menyukainya, tinta hitam  itu  tidak  perlu  dibuang  dari cumi,  tetapi  dapat  dimakan.  Tidak ada  yang  perlu  dikhawatirkan  tentang zat tinta yang pekat itu. Beberapa orang justru menganggap zat tinta tersebut penting untuk peningkat cita rasa. her
Sumber: reviewhealthonline.blogspot.com

VISUAL CHARACTERISTICS OF FISHERY PRODUCTS CONTAINING Borax

VISUAL CHARACTERISTICS OF FISHERY PRODUCTS CONTAINING Borax

            
Borax: a compound-shaped crystals, white, odorless and water-soluble. Borax is carcinogenic. Are compounds that can cause tumors / cancer. Usefulness Borax: - Material antiseptic (kills bacteria and molds) - Material of sugar manufacture - Material ointment maker - Brazing metal - Wood Preservatives
Borax effects on health:
            
If you consume products containing borax can lead to: - Damage to central nervous system - Kidney damage - Fever and headaches - Vomiting of blood
Visual characteristics of fishery products (fish cake) containing borax: - Chewy texture - Sense of sour flour
Sources: Tabloid Akuamina Edisi 4 Tahun I, 22 Desember 2010-4 Januari 2011

Rabu, 26 Oktober 2011

KEUNGGULAN NILA BEST (BOGOR ENHANCED STRAIN TILAPIA)


KEUNGGULAN NILA BEST (BOGOR ENHANCED STRAIN TILAPIA)

1.     MAMPU MENGHASILKAN TELUR DAN BENIH LEBIH BANYAK
Fekunditas 1.500-2.800 butir per ekor dengan berat induk antara 280-400 gram. Ukuran telurnya relative lebih besar dan seragam dibanding ikan nila yang ada di masyarakat. Bisa memproduksi anakan 3-5 kali lebih banyak dibanding varietas lainnya.
2.     UKURAN LARVANYA LEBIH BESAR
Selama 40 hari, larva ikan nila BEST mampu tumbuh sebesar87,5 kali dibanding bbit awal. Sedangkan nila lain hanya mampu tumbuh sebesar 17 kali dibandingkan bobot awal.

3.      RATA-RATA PERTUMBUHAN BADANNYA LEBIH TINGGI
Pertumbuhan ikan nila BEST pada KJA berdasarkan hasil penelitian memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan nila merah (red NIFI).

4.     TAHAN DAN TUMBUH BAIK PADA MEDIA SALINITAS
Pada salinitas 15 ppt, Nila BEST menurut hasil penelitian mempunyai tingkat kelangsungan hidup dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan ikan nila hitam uang berasal dari Kuningan dan Ikan Nila Lokal Merah dan Hitam yang berasal dari Bogor.

5.     TAHAN TERHADAP SERANGAN PENYAKIT
Kelangsungan hidup ikan Nila BEST berdasarkan hasil penelitian adalah sebesar 57,5% dan ikan nila lain (dari pembudidaya) sebesar 37,5 %. Pada uji tentang ketahanan penyakit streptococcus data tersebut memperlihatkan bahwa kelangsungan hidup ikan nila BEST lebih besar 140% dibanding nila jenis lain.
Sumber : Tabloid aquamina

Senin, 24 Oktober 2011

CIRI VISUAL PRODUK PERIKANAN YANG MENGANDUNG BORAX


CIRI VISUAL PRODUK PERIKANAN YANG MENGANDUNG BORAX

            Borax: merupakan senyawa berbentuk Kristal, berwarna putih, tidak berbau dan larut dalam air. Borax bersifat karsinogenik. Yaitu senyawa yang dapat menimbulkan tumor/kanker.
Kegunaan Borax :
-          Bahan antiseptik (membunuh bakteri dan kapang)
-          Bahan pembuatan gula
-          Bahan pembuat salep
-          Mematri logam
-          Pengawet kayu

Efek Borax terhadap kesehatan :
            Bila mengkonsumsi produk yang mengandung borax dapat mengakibatkan:
-          Kerusakan susunan syaraf pusat
-          Kerusakan ginjal
-          Demam dan sakit kepala
-          Muntah darah

Ciri-ciri visual produk perikanan (bakso ikan) yang mengandung borax:
-          Tekstur kenyal
-          Rasa tepung kecut

Sumber : Tabloid Akuamina Edisi 4 Tahun I, 22 Desember 2010-4 Januari 2011

Sabtu, 22 Oktober 2011

CIRI VISUAL PRODUK PERIKANAN YANG MENGANDUNG ZAT PEWARNA

CIRI VISUAL PRODUK PERIKANAN YANG MENGANDUNG ZAT PEWARNA

Penggunaan zat pewarna sebagai bahan tambahan pada makanan bertujuan memberi kesan menarik, menyeragamkan warna dan memperbaiki penangkapan.

Zat pewarna ada 3 (tiga) yaitu : pewarna alami, pewarna yang identik dengan alami dan pewarna sintetik.

Zat pewarna yang umum digunakan dalam hasil perikanan adalah pewarna sintetis seperti rhodamin B, Wantex, ponceau 3 R dan mettanyl c yellow yang sebetulnya digunakan untuk pewarana tekstil dan cat. Pewarna ini tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi manusia (Permenkes No. 239 Tahun 1985) karena mengandung logam berat dan diperkirakan dapat menimbulkan kanker.

Zat warna yang dilarang : Rhodamin B, methanyl c yellow, orange RN, erythrosine, tatrazine, kuning FCF, Briliant Blue, Ponceau 4 R dll.

Zat warna yang diizinkan : Auromino dll. Efek Zat pewarna terhadap kesehatan : Bila mengkonsumsi produk yang mengandung zat pewarna yang dilarang dapat mengakibatkan: - Kanker kandung kemih - Kerusakan hati/kanker hati - Kerusakan mata/rabun

 Ciri-ciri visual produk perikanan (kerang rebus) yang mengandung borax: - Penampakan bersih, cerah dan menarik Warna merah/kuning cerah merata

Sumber : Tabloid Akuamina Edisi 4 Tahun I, 22 Desember 2010-4 Januari 2011

Jumat, 21 Oktober 2011

CIRI VISUAL PRODUK PERIKANAN YANG MENGANDUNG FORMALIN

CIRI VISUAL PRODUK PERIKANAN YANG MENGANDUNG FORMALIN Formalin : merupakan cairan tak berwarna dan berbau tajam/pedas, tergolong carsinogenic, yaitu senyawayang dapat menimbulkan tumor/kanker. Kegunaan formalin : - Bahan anti septic (membunuh bakteri dan kapang) - Bahan pembuatan cermin kaca - Pupuk - Pencegah korosi - Bahan untuk insulasi - Bahan perekat Efek formalin terhadap kesehatan : Bila mengkonsumsi produk yang mengandung formalin dapat mengakibatkan : - Kerusakan susunan syaraf pusat - Kerusakan hati - Kerusakan jantung dan paru - Kerusakan ginjal - Kanker Ciri-ciri visual produk perikanan yang mengandung formalin - Penampakan luar bersih dan cemerlang - Tekstur daging padatdan kenyal - Mata ikan merah dan insang pucat - Sedikit lender - Bau amis (spesifik ikan ) berkurang dan ada seperti bau kaporit - Lalat kurang/ tidak mau hinggap. Sumber : Tabloid Akuamina Edisi 4 Tahun I, 22 Desember 2010-4 Januari 2011

Rabu, 19 Oktober 2011

TEKNIK PRODUKSI MASSAL CACING TUBIFEX


TEKNIK PRODUKSI MASSAL CACING TUBIFEX

                Cacing Tubifex sp dikenal dengan nama cacing sutera maupun cacing rambut merupakan pakan alami yang belum tergantikan keberadaannya. Sejauh ini usaha budidaya cacing-cacing sutera belum banyak dilakukan dan hanya mengandalkan pasokan dari alam.
                Istilah produksi  massal cacing   tubifex  adalah upaya menumbuhkan dan mengembangbiakan cacing ini di dalam tempat (media) pemeliharaan yang terkontrol, berupa kubangan tanah berlumpur dan tergenang air.
TAHAPAN KEGIATAN PRODUKSI CACING TUBIFEX SP:
1.       SIAPKAN LAHAN : Lahan yang digunakan berupa saluran drainase permanen yan berukuran panjang 10 m, lebar 20 cm, dan tinggi (kedalaman ) 15 cm.
2.       PEMBUATAN MEDIA KULTUR : Bahan yang digunakan sebagai media kultur terdiri dari lumpur, pupuk kandang, dedak halus, tepung ikan serta pakan buatan. Bahan yang telah disiapkan dicampur rata dan ditaruh secara merata pada tempat kultur yang sebelumnya telah dibuatkan sekat yang terbuat dari papan sebagai penahan lumpur.
3.       MASUKKAN AIR SECARA PERLAHAN pada media kultur dengan mengalir. Media dibiarkan sampai 4 atau 5  hari untuk menghilangkan gas yang dihasilkan oleh pupuk kandang.
4.       PENEBARAN BIBIT.Bibit tubifex sebanyak 200 gr dimasukkan ke dalam ember atau baskom kemudian disiram air agar gumpalan buyar. Cacing tubifex  yang sudah  terurai ini kemudian ditebar ke seluruh permukaan di media budidaya secara merata. Seterusnya atur aliran air yang masuk ke dalam media terus dikontrol jangan sampai tempat budidaya kering atau kelebihan air.
5.       PASANG PAPAN PENUTUP di atas media kultur untuk menghindari cahaya matahari langsung.
6.       PEMELIHARAAN . Masa pemeliharaan cacing tubifex sekitar 3-4 minggu. Bila kondisi lingkungan cocok dan jumlah pakannya cukup, bibit cacing itu akan berkembang pesat dan dapat dipanen setiap 5 hari sekali.
7.       PANEN. Panen dilakukan dengan cara cacing tubifex diambil dengan tangan beserta lumpurnya. Kemudian ditaruh dalam seser larva yang halus dan dicuci di air mengalir. Dan lebih baiknya dicuci di atas media budidaya agar lumpurnya bias dimanfaatkan lagi. Cacing tubifex yang sudah dicuci tapi belum begitu bersih ditaruh di talang atau pada kotak steroform dan diisi air setinggi 2-3 mm di atas gumpalan cacing dan lumpur, dan di atasnya ditaruh kain strimin. Tutup talang atau steroform selama 2-3 jam, maka cacing akan terpisah dari lumpur dan kotoran lainnya. Selanjutnya cacing yang sudah bersih disimpan pada steroform ayang dialiri air secara terus menerus.
SUMBER : TABLOID AKUAMINA EDISI 4 TAHUN I, 22 DESEMBER 2010-4 JANUARI 2011.