Kamis, 15 Maret 2012

Angin Kencang, Harga Ikan Mahal

Sampang - Angin kencang yang terjadi tiga hari terakhir membuat para nelayan di tiga kecamatan dan ratusan nelayan di kepulauan Mandangin Kabupaten Sampang enggan melaut. Lantaran begitu kencangnya angin, kapal milik para nelayan dirapatkan di bibir pantai.

"Saya sudah tiga hari tidak melaut. Soalnya ya angin kencang ini. Kalau saya memaksa melaut bisa karam kapal saya," terang Kamaluddin (36) nelayan asal Desa Darma Camplong Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Jumat  16 Maret2012.

Sementara di tempat terpisah, akibat dari para nelayan tak melaut, ikan di beberapa pasar tradisional kini menjadi mahal. "Duh mahal sekali ikan laut sekarang, biasanya 5 biji seharga Rp 5.000 sekarang Rp 10.000," ujar Musyarofah (42) salah satu ibu rumah tangga asal Kelurahan Delpenang Sampang.

Informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com, angin kencang merupakan peristiwa yang selalu berulang setiap tahun di Sampang. Warga menamai angin tersebut dengan istilah 'angin mole' yang artinya 'angin pulang'[beritajatim]

Conures si cerdas yang selalu ingin tahu

Conures termasuk salah satu jenis dari burung paruh bengkok yang paling mudah dipelihara,selain dari keindahan warna warna bulunya burung ini juga termasuk burung yang cerdas, selalu ingin tahu dan lincah. 
Anggap saja burung conures adalah burung yang " berkepribadian burung besar' dalam tubuh burung kecil. Conures memang bertubuh lebih kecil dari kakatua ataupun Nuri tetapi conures memiliki mental dan keberanian serta kharisma cukup untuk burung yang berukuran lebih besar dua kali dari ukuran mereka.

Awas digigit
Conures memiliki paruh yang kuat dan sangat suka menggigit, Oleh karena itu ajarkan atau latihlah burung conures anda untuk tidak menggigit.

Sejarah Conures sebagai hewan peliharaan
Sejak abad 19 conures telah menjadi burung peliharaan yang populer, dan pada akhir 1980an populasi burung ini melonjak seiring dengan popularitas mereka hingga sekarang.
Conures sangat cocok dipelihara untuk dijadikan sebagai teman bukan semata burung peliharaan, karena mereka juga bisa memiliki kasih sayang kepada pemilik yang rutin merawatnya serta selalu bertingkah seperti layaknya seorang balita. burung ini memiliki rasa keingin tahuan yang tinggi sehingga kerap membuat sebuah ruangan berantakan kalau burung ini dilepas didalam ruangan.

Habitat alami
Conures aslinya berasal dari amerika tengah, amerika selatan, meksiko dan beberapa di kepulauan karibia. Dialam liar mereka hidup di pegunungan, hutan-hutan dan lahan pertanian di negara asalnya, hidup berkelompok dengan jumlah sekitar 20an burung. Memakan berbagai macam makanan termasuk buah-buahan, berry serta tanaman-tanaman hasil pertanian yang membuatnya menjadi gangguan bagi petani sekitar.

Beberapa spesis dari conures ini memiliki kebiasan bersarang yang menarik. Beberapa dari spesis mereka bersarang seperti halnya burung normal, ada yang membesarkan anaknya dalam sebuah celah batu atupun lubang di pohon. ada juga yang membesarkan anak-anaknya dalam sarang rayap, yang cukup menarik disini, rayap tidak keberatan sama sekali, rayap hanya mengizinkan conures untuk menempati ruangan tertentu hingga anak-anaknya menetas dan pergi meninggalkan rumahnya.

Spesis ConuresPenangkapan yang berlebihan untuk tujuan ekspor dan komersial telah membuat burung conures masuk kedalam daftar satwa langka.
ada lima kelompok yang berbeda dari jenis conures ini, sebagian besar burung burung ini sangat mirip satu sama lain sehingga sulit untuk membedakan mereka, mereka cenderung memiliki bulu hijau tebal, ekor panjang, paruh bengkok serta cincin alis yg berbulu disekitar matanya.

Gambaran spesis

Cynoliseus Conures

















Cynoliseus adalah termasuk burung yang besar dalam keluarga conures, ukuran mulai dari 17-18 inchi panjangnya.



Conures encognthus adalah burung asli Amerika selatan dan jarang terlihat di daerah lainnya. 




















Nandays dikenal bersuara paling keras dan cerewet sehingga sangat menarik untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan.




















Conure aratingas lebih mirip dengan Macaw, baik itu dari karakter serta warna mereka, jenis inilah yang paling terbesar dan bersuara paling keras dari keluarga conures, mereka juga bisa bersifat manis dan senang di elus serta di gendong oleh manusia. 

















Sun Conure adalah yang paling populer dalam dunia burung paruh bengkok, burung ini memiliki warna yang indah serta menyilaukan, meski kecenderungan bahwa burung ini cukup galak dan berisik, conures sun adalah burung yang paling populer.


Conures pirus adalah burung dari jenis keluarga conure yang paling kecil, tapi jangan salah biarpun bertubuh kecil tetapi nyali dan keberaniannya melebih burung dengan dua kali ukuran mereka. mereka terkenal burung yang paling tenang dari keluarga conures.

Karakter dan kebiasaan

Conures adalah burung yang burung yang berisik dan bisa sangat cerewet. suaranya cukup keras bahkan kadang-kadang bisa memekakan telinga.jadi kalau anda termasuk orang yang suka ketenangan dan tidak tahan dengan suara berisik, saya sarankan jangan membeli burung ini. tetapi anda bisa meminimalkan suara berisik burung ini dengan memberinya mainan yang banyak. sekarang ini banyak ragam permainan yang dikhususkan untuk burung paruh bengkok yang banyak dijual di toko-toko burung. dan satu hal lagi conures suka berayun-ayun jadi buatlah sebuah ayunan kecil dalam sangkarnya, dan biasanya akan memekiki girang saat ayunannya bolak balik.

Seperti halnya burung paruh bengkok lainnya, burung conures membutuhkan waktu diluar kandang untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya , dalam hal ini sebuah ruangan jika anda takut burung anda lepas atau diganggu binatang lain. biarkan burung ini setidaknya 2 jam diluar kandangnya jika burung anda sudah jinak.
 Pengkerodongan diperlukan untuk burung dan tentu saja pemiliknya bisa beristirahat dengan tenang dan aman dari gangguan suara berisiknya :)


Sektor Perikanan Darat Kolaps

Pasaman - Sektor perikanan darat di Kecamatan Rao khususnya dan Kabupaten Pasaman umumnya, limbung. Daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra bibit ikan terbesar untuk kawasan Sumatra terancam kolaps.
Permintaan jenis ikan mas mengalami penurunan luar biasa. Permintaan untuk ikan konsumsi dan bibit nyaris tidak ada. Daerah yang selama ini menjadi pasaran ikan dari Rao dan sekitarnya, tiba-tiba tak lagi menerima ikan dari daerah penghasil bibit ikan mas tersebut.
Dari informasi yang diterima Singgalang, petani ikan mengeluh karena ikan di kolam tidak ada yang mau membeli, sementara harga pakan terus melambung. Sekarang saja harga pakan berkisar Rp315.000/karung. Di sisi lain, harga ikan mengalami penurunan.
Harga bibit ikan di tingkat petani berkisar Rp15.000/Kg, sedangkan harga ikan konsumsi lebih rendah lagi, yakni berkisar Rp12.000/Kg.
Ironisnya, meskipun harga anjlok, minat beli pedagang pun rendah. Alhasil, petani terpaksa menunda panen. Bagi sebagian besar masyarakat di Rao (Kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur dan Panti), bidang perikanan darat menjadi mata pencaharian utama.
Di sektor ini, penyerapan tenaga kerja lumayan besar. Antara lain tukang ojek ikan dan pekerjaan menyiapkan ikan untuk diangkut, jumlah mereka mencapai ribuan.
Salah seorang petani ikan di Lansat Kadok, Aljufri ketika dikonfirmasi Singgalang, Kamis (15/3) membenarkan sulitnya memasarkan ikan, terutama jenis ikan mas. Padahal bagi banyak orang di Pasaman, ikan menjadi sumber nafkah dan kehidupan[hariansinggalang]

Kamis, 23 Februari 2012

Klasifikasi dan Taksonomi Ikan Arwana

Klasifikasi dan Taksonomi Ikan Arwana

Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas: Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Malacopterygii
Famili : Osteoglossidae (Bonytongues)
Genus :
1. Arapaima Spesies : Arapaima gigas (giant arwana)
2. Osteoglossum Spesies : Osteoglossum
                          Spesies : Osteoglossum ferreirai
3. Scleropages Spesies   : Scleropages formosus
                        Spesies :  Scleropages guntberi
                         Spesies : Scleropages Leicbardti
                         Spesies  : Scleropages Jardini
4. Clupisudis Spesies : Clupisudis nilot/Heterotis Nilotic (Nile arowana)

Selasa, 21 Februari 2012

Pemanfaatan Lahan Budidaya Relatif Kecil


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai, pemanfaatan lahan budidaya perikanan di Indonesia masih relatif kecil, sehingga perlu dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas impor.
"Potensi perikanan budi daya di Indonesia saat ini dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan ketahanan pangan di Indonesia mengingat pemanfaatan lahan budi daya masih relatif kecil," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sharif memaparkan, pemanfaatan lahan budi daya air tawar saat ini baru mencapai sekitar 10%, untuk lahan budi daya air payau sekitar 40%, dan bahkan lahan budi daya laut yang dimanfaatkan baru 0,01%.

Untuk itu, kata dia, diperlukan kerja sama yang baik antara KKP dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan pengelolaan sumer daya tersebut "Hal itu agar sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi roda penggerak perekonomian nasional," katanya.

Ia mencontohkan, pemanfaatan lahan budi daya secara lebih optimal akan memenuhi kebutuhan ikan patin dalam negeri. Upaya tersebut sekaligus juga dapat menggantikan peran atau menghentikan impor ikan patin atau ikan don dari Vietnam.

Untuk itu, KKP pada 2011 telah membina dan menyediakan enam unit pengolahan filet patin di Indonesia, yaitu di Jambi, Karawang, Purwakarta, Tulung Agung, Banjar, dan Kau. "Saya berharap unit pengolahan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau kelompok pengolah usaha kecil menengah, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi produksi budi daya patin," paparnya.

Sharif juga menuturkan, bila berbagai lahan dan wilayah perairan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal, ke depan impor ikan patin dari Vietnam yang saat ini dilakukan khusus untuk memenuhi permintaan hotel, restoran, dan katering dapat dihentikan.

Sebelumnya, dalam seminar Outlook Perikanan 2012 bertema Industrialisasi Perikanan Budidaya Peluang dan Tantangan bagi Usaha Budi Daya yang digelar 18 Januari lalu, Sharif memaparkan, potensi perikanan budi daya mencapai lebih dari 9,58 juta hektare, tetapi baru dimanfaatkan yang tercatat pada 2010 baru seluas 1,11 juta hektare.

Sharif memaparkan, potensi perikanan seluas 9,58 juta hektare itu terdiri atas potensi tambak seluas 1,22 juta hektare dan potensi budi daya laut seluas 8,36 juta hektare.

"Potensi perikanan budi daya tersebut meliputi budi daya laut, budi daya tambak, budi daya kolam, budi daya keramba, budi daya jaring apung dan budi daya sawah," tuturnya. Meski pemanfaatan potensi perikanan budi daya belum optimal, produksi perikanan budi daya menunjukkan kenaikan signifikan dari produksi yang tercatat sebesar 4,78 juta ton hingga dapat menjadi sekitar 6,97 juta ton pada 2011. Qjr)



Sumber : Investor Daily Indonesia  13 febuari 2012 ,hal 6

Senin, 20 Februari 2012

Ikan dengan gigi terbesar

Ikan dengan gigi terbesar

Nama : Viperfish (Chauliodus sloan)
Lokasi : Amerika Serikat
Waktu : 30 January 2002
Keterangan : Dibandingkan dengan
ukuran kepalanya, ikan dengan gigi
terbesar adalah Sloan’s viperfish
(Chauliodus sloan) yang mempunyai
gigi sangat besar sehingga membuka
mulutnya dan rahangnya sebelum
menelan mangsa. Ketika mulutnya
tertutup, giginya melewati rahang.
Hal itu memudahkan mangsa besar
dapat dimakan dengan mudah
dan masuk ke tenggorokan tanpa
gangguan dengan menurunkan
kerangka internal insang. Giginya
juga dapat menusuk mangsa dengan
cara berenang dengan tulang punggung
pertama di belakang kepalanya
seolah-olah sebagai alat penahan
goncangan. Sloan’s viperfish diperkirakan
panjangnya sekitar 28 cm,
kepalanya sekitar 2 cm dan giginya
lebih dari setengah panjang kepalanya.

Kamis, 16 Februari 2012

Ikan Terdalam

Ikan Terdalam
Nama : Abyssobrotula galatheae
Lokasi : Puerto Rico
Keterangan : Ikan yang hidup di perairan paling dalam yang
tercatat adalah spesies
dari cusk eel (Famili Ophidiidae) yang bernama
Abyssobrotula
galatheae. Ikan yang
panjangnya 20 cm ini
ditangkap di perairan
Puerto Rico dari kedalaman
8.370 meter.